PENTINGNYA MEMAHAMI ARTI DAN MANFAAT DARI LAHAN YANG SEHAT DAN SUBUR

Oleh : Wayan Supadno/Pak Tani

Nampaknya hingga sekarang masih banyak petani belum memahami betapa pentingnya kita tahu arti dan manfaatnya lahan pertanian yang sehat dan subur, sehingga tak sedikit petani memgalami kegagalan akibat kesulitan mengatasi masalah tanamannya di lapangan.

Dampak lanjutannya petani mengalami kerugian, rugi akibat terlalu besar biaya mengatasi hama penyakitnya dan rugi akibat mencukupi besarnya biaya pemupukan kimia yang dari waktu ke waktu makin mahal, seiring dengan menguatnya nilai dolar dari sejak Indonesia merdeka.

Wayan Supadno sang inovator tani

Lalu timbul dismotivasi bertani, tidak bertani secara massal yang pada akhirnya luas tanam berkurang, secara nasional jumlah produksi tidak mumpuni mengatasi kebutuhan lalu impor menguras cadangan devisa kita.

Lahan dikatakan sehat apabila bebas endemis terhadap hama penyakit yang kita budi dayakan. Misal saja : di sawah padi bebas dari blas dan wereng, di lahan cabe bebas dari antraknosa dan virus gemini, di lahan pisang bebas dari fusarium, di lahan jeruk bebas dari CVPD dan lalat buah, di lahan sawit bebas dari ganoderma dan kwangwung, dan lainnya.

Lahan juga dikatakan sehat jika bebas dari kontaminasi bahan kimia logam berat berbahaya. Misalnya saja : lahan sisa dari penambangan logam mulia, lahan telalu banyak memakai bahan kimia berlebihan jangka panjang dari pestisida maupun herbisida, dan masih masih banyak lagi lahan tercemar bahan kimia yang merugikan petani.

Kondisi ini berdampak pada menatikan flora fauna mauapun mikroba yang dibutuhkan oleh tanaman, kondisi juga menjadikan tanaman keracunan dan kondisi ini juga tiada gunanya pemupukan kimia. Bahkan juga sangat tidak aman bagi petani maupun konsumen sebagai penikmat hasil karya petani.

Lahan dikatakan subur, jika pH nya netral antara 6 sd 7, kadar C Organiknya minimal 4%, multi strain mikroba fungsional berbiak dengan baik koloni tinggi, kaya akan kadar asam humat, banyak flora fauna sebagai predatornya hama penyakit tanaman budi daya kita, agar ada ekosistem berimbang, 13 kadar unsur mumpuni untuk menjaga keseimbangan hara buat kebutuhan tanaman kita (neraca hara).

Jika kita sebagai petani bisa menyadari hal itu, lalu bisa diantisipasi maka bisa dipastikan hasil pertanian kita akan jauh lebih kompetitif, karena harga pokok produksi (HPP) akan murah, murah akibat nyaris nol tanpa pestisida, minimun membiayai untuk pemupukan, syukur – syukur infrastrukturnya baik agar biaya penyerta ongkos kirim pupuk maupun hasil panen rendah jangka panjang yang permanen sangat minim.

Jika kita bisa cipta kondisi seperti di atas, maka indahlah semuanya. Produknya petani mudah dipasarkan dengan laba layak wajar, rendah resiko investasi karena cepat kembali modal dan mudah diperluas karena bankable lalu didanai oleh pihak lain bagi hasil. Ini idealanya bertani inovatif.

Pertanyaan yang timbul, bagaimana agar lahan kita sehat, maka harus diperbayak media biak strain mikroba yang fungsinya sebagai biocontrol atau biopestisida, diperkaya biang mikroba yang bisa berbiak super massal di lahan kita dengan mudahnya, lalu melawan hama penyakit tanaman kita. Melindungi tanaman kita. Menjaga investasi kita.

Pertanyaan berikutnya, bagaimana agar pH netral aga pemupukan kita berguna maka harus mau menabur kapur pertanian (dolomoit) minimal 2 minggu sebelum tanam atau pemupukan, agar C Organik kadar tinggi hingga minimal 4% maka harus gembira suka memberi bahan organik pada lahan, misal pupuk organik maupun kotoran hewan yang banyak di sekitar lahan kita.

Terpenting harus membiakkan mikroba sahabat petani yang fungsinya sebagai pengurai bahan organik, reduktor logam berat, penambat N yang dominan 82% adanya di udara dan pelarut P maupun K yang banyak terdeposit pada lahan kita selama ini, sekaligus reduktor logam berat, imunomodulator dan biokontrol.

Semoga bermanfaat..

Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
WA 081586580630

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan