KHUTBAH JUM AT, MANIFESTASI KESABARAN

Hadirin Jamaah Jum at rahimakumullah

Dalam kesempatan yang mulia dan sakral ini, mari;ah kita jernihkan batin untuk bertaqorub kehadirat kehadirat Allah SWT. Dengan penuh khusus’ tawadhu’ dan tadharru’ sebagai manifestasi penghambaan dan kecintaan kita kehadirat-Nya. Selanjutnya marilah kita bangun kehidupan kita dengan unsur-unsur akhlakul karimah yang selalu mengarah kepada kematangan religius yang lebih tinggi yaitu tagwallah.

Hadirin Jamaah Jum at rahimakumullah

Bersyukur kepada Allah SWT. Bagi orang yang beriman adalah sebuah keharusan. Bukankah setiap saat, setiap menit, bahkan setiap detik kita selalu mengkonsumsi dan menikmati fasilitas dan anugrah dari Allah SWT. Tanpa anugrah dari Allah bisakah jantung kita berdetak? Darah kita mengalir? Mata kita melihat? Otak kita berfikir? Hati kita merasakan?

Sampai detik ini betapa banyak nikmat yang telah kita terima, dari Allah. Bisa tidur nyenyak? Mari kita syukuri betapa banyak yang harus minum obat agar dapat tidup sekejab. Padahal tempat tidur yang mewah. Bisa makan dengan nikmat? Bersukurlah betapa banyak yang tak sanggup merasakan nikmatnya makanan, meski yang disajikan adalah makanan yang paling lezat sekalipun.

Kenikmatan kita dalam bernafas, mari kita renungkan bahwa kita bernafas dalam sekali bernafas membutuhkan 0,5 liter udara. (Oksigen, Nitrogen,dan karbondisida) Kita bernafas antara 15 s.d. 20 dalam semenit.
Jadi untuk sekali bernafas yang membutuhkan setengah liter udara adalah :
Tiap menit = Rp37.000
Tiap Jam = Rp2.250.000
Sehari = Rp54.000.000
Satu tahun = Rp20.000.000.000 jadi untuk udara (oksigen) saja dalam satu tahun kita harus mengeluarkan 20 milliar, jika Allah meminta.

Betapa besar nikmat Allah yng kita rasakan. Andai kita mencoba untuk menghitung anugrah dan nikmat yang diberikan kepada kita, niscaya kita akan kehabisan angka dan kemampuan. Karena sesungguhnya nikmat Allah itu tiada batas.

Allah berfirman :

Artinya : Dan jika kamu menghitung – hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.
(QS. An-Nahl : 18)

Dan dalam surah Arrahman bahkan diulang-ulang sampai 31 kali :

Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?

Namun banyak diantara kita yang masih mengingkarinya. Kita masih sering mendengar “Aku selalu bersyukur, tetapi hidupku masih begini-begini saja” Keluhan itu mengecilkan rasa nikmat, baikkeluhan yang disampaikan dengan bercanda sekalipun dan hanya di media sosial.

Hadirin Jamaah Jum at rahimakumullah

Benarnya rasa syukur kita sangat ditentukan oleh tiga hal: Pertama mengakui nikmat itu secara batin. Kedua menyebut-nyebut nikmat tersebut secara lisan. Ketiga menggunakan nikmat tersebut dalam ketaatan kepada Allah. SWT. Mengakui secara batin artinya meyakini dengan keyakinan bahwa seluruh nikmat tersebut berasal dari Allah. Kemudian menyebut-nyebut nikmat secara lisan dapat diartikan dengan selalu memuji Allah SWT sebagai segala sumber kenikmatan. Sedangkan menggunakan kenikmatan dalam ketaatan adalah tidak mengalokasikan kenikmatan tersebut dalam jalan yang dilarang oleh Allah.

Mengetahui nikmat adalah rukun syukur dan jalan untuk mengetahui pemberi nikmat.

Satu diantara agar kita selalu bersyukur adalah : Lihatlah kepada siapa yang berada dibawah kamu dan janganlah kamu melihat kepada siapa yang berada diatas kamu, karena yang demikian itu lebih pantas, agar kamu tidak meremahkan nikmat Allah yang ada padamu.
(HR. Bukhori Muslim)

Hadirin Jamaah Jum at rahimakumullah

Abu Al Mughiroh pernah ditanya tentang kabarnya disuatu pagi, maka Beliau menjawab “Pagi ini kita tenggelam dalam lautan nikmat, tetapi sedikit sekali bersyukur. Robb kita menampakkan cinta-Nya, padahal Dia tidakmembutuhkannya. Sedangkan kita menampakkan kebancian kepada-Nya, padahal kita sangat membutuhkannya”

Hadirin Jamaah Jum at rahimakumullah

Syukur memiliki banyak keutamaan, diantarannya :
Pertama : Dengan syukur seserang berhak atas karunia-Nya.
Kedua : Sukur dapat menyelamatkan dari azab Allah.
Ketiga : Syukur menjamin langgeng dan bertambahnya nikmat.

Al Qur an Surah Ibrahim ayat ke Tujuh

Artinya : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku tambahkan (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”
(QS Ibrahim : 7)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan