KISAH-KISAH PENUH HIKMAH “PENYELAM MUTIARA”

dwimulyo.desa.id  09 Januari 2018.  Kisah Kisah Penuh Hikmah kali ini akan menceritakan tentang Penyelam Mutiara. Kisah ini diambilkan dari buku Kisah-Kisah Penuh Hikmah terbitan Vision3 halaman 36 sampai dengan 38. Buku kecil ini berisi tentang kisah-kisah yang mengharukan. Kami menyajikan ulang dalam website ini agar dapat dinikmati kembali oleh teman-teman yang tidak memiliki bukunya. Kisah-kisah yang penuh inspirasi dan pemikiran yang mendalam. Mari kita nikmati kisah penyelam mutiara berikut ini.

Kisah ini begitu indah. Seringkali mengingatkan tentang hakikat sebuah kehidupan. Hidup manusia tak ubahnya bagaikan kisah penyelam mutiara.  Seorang penyelam mutiara. Dalam melaksanakan tugasnya seorang penyelam mutiara selalu dibekali dengan tabung oksigen yang terpasang di punggungnya. Pada saat ia terjum menyelam, niatnya bulat ingin mencari tiram mutiara sebanyak-banyaknya.Tetapi begitu ia berada dibawah permukaan laut, ia mulai lupa dengan apa yang seharusnya dicarinya.

Buku Kisah-Kisah Penuh Hikmah terbitan Vision 3 (Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

Mengapa? Ternyata pemandangan dipedalaman laut sangat mempesona. Bunga karang yang melambai-lambai seolah-olah memanggilnya. Ikan-ikan hias berwarna-warni yang saling berkejaran. Ikan-ikan itu membuatnya terpana. Ia pun lalu terlena hanyut dengan canda rianya. Melupakan tugasnya semula. Tugas dan kewajiban pertamanya mencari tiram mutiara sebanyak-banyaknya. Tiram mutiara yang berada jauh di dasar laut sana.

Hingga pada suatu saat, dia terkejut manakala disadarinya oksigen yang berada dipunggungnya tinggal sedikit lagi. Timbulah rasa takutnya. Tak terbayang  olehnya bagaimana kemarahan majikannya. Kemarannya majikan jika ia sudah muncul ke permukaan laut, tanpa membawa tiram mutiara tidak sebanyak yang dia harapkan. Maka dengan tergopoh-gopoh ia pun berusaha untuk mencari tiram mutiara yang berada disekitarnya. Namun sayang kekuatan fisiknya sudah melemah. Energinya sudah habis terkuras bercanda ria dengan keindahan alam bawah laut.

Penyelam Mutiara dalam buku Kisah-Kisah Penuh Hikmah (Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

Akhirnya isi tabung oksigennya benar-benar kosong. Sehingga walaupun tiram mutiara yang diperolehnya sangat sedikit ia mau tidak mau harus muncul kepermukaan. Malangnya lagi, karena tergesa-gesa ia tak sempat mengikat kantongnya dengan baik. Sehingga ketika tersenggol ikan yang berseliweran disampingnya, tiram mutiara yang sudah didapatnya dengan susah payah itu sebagian tertumpah keluar.

Dipermukaan, majikannya  telah menunggu. Begitu dilihatnya isi kantong penyelam tidak berisi tiram mutiara sebagaimana ia harapkan, maka tumpahlah caci makinya dan saat itu juga si penyelam dipecatnya tanpa pesangon sedikitpun. Tentu saja bisa kita bayangkan betapa gundahnya perasaan si penyelam dengan penuh rasa penyesalan, si penyelam berusaha minta kesempatan ulang untuk menyelam kembali “Tuan ijinkan aku untuk menyelam kembali, pasti aku akan mencari tiram mutiara sebanyak-banyaknya”  namun majikannya dengan tegas menolak, ” percuma engkau aku beri kesempatan, ternyata engkau hanya pandai membuang-buang oksigen saja.”

Kisah ini amat mirip dengan perjalanan hidup manusia di dunia. Tabung oksigen adalah perlambang jatah umur manusia. Tiram mutiara mengibaratkan pahala yang harus kita kumpulkan dan tiram mutiara yang yang tumpah mengumpamakan pahala yang hilang karenanya. Sedangkan keindahan yang ada di dalam lautan melambangkan godaan-godaan kenikmatan duniawi dengan harta, tahta, dan wanitanya.

Marilah kita instropeksi, sudah cukupkah tiram mutiara yang kita peroleh?. Sehingga bila suatu saat kita harus muncul kepermukaan menemui majikan kita, Allah SWT, ia ridha menerima kita. Apalagi ia telah berfirman dalam surat Al-Ankabut ayat 6 :

“Tidaklah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan permainan. sesungguhnya akhirat itulah yang sebenar-benarnya kehidupan”‘ 

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan