REFERENSI PROGRAM-PROGRAM UNGGULAN UNTUK DESA DWIMULYO KECAMATAN PENAWARTAMA KABUPATEN TULANG BAWANG

dwimulyo.desa.id 25 Desember 2018  PENJELASAN TENTANG BUKU PROGRAM YANG DISUSUN OLEH SUTRISNO, S.Pd.

BIDANG PELAYANAN

MENJARING KELUHAN DAN INFORMASI MELALUI UNIT PELAYANAN KHUSUS

GAMBARAN UMUM

Sebuah unit yang terintegrasi dengan semua dinas dan pemerintah daerah, yang akan menangani semua informasi yang masuk ke pemerintah dan dalam 2 x 24 jam sudah dipastikan mendapat balasan bagi yang mengirim informasi tersebut. Informasi tersebut bisa disampaikan dengan cara :
Datang langsung
Telephone celuler (SMS)
Situs Web
E-Mail

Tata Ruang untuk lahan dan pekarangan sampai pada jalan yang harus matang (Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

Biasanya nanti akan mengerucut ke SMS, karena hampir semua masyarakat bisa melalui jalur ini, lebih murah, mudah, dan cepat

Masyarakat menyampaikan informasi, keluhan, dan lainnya, kemudian unit pelayanan ini menginventarisir untuk didistribusikan sekaligus meminta jawaban dari dinas terkait. Proses ini sebaiknya dalam 2 x 24 jam harus sudah terjawab semua.

TUJUAN

Peningkatan kemampuan dalam mengenali kebutuhan masyarakat.
Akses untuk memperdekat antara masyarakat dengan pemerintah.
Mempermudah dalam penyusunan agenda dan skala prioritas.
Mempermudah masyarakat dalam menyampaikan informasi, keluhan, dan saran.
Dapat memperbaiki kinerja pemerintah dan tanggung jawab dalam meningkatkan kesejahteraan serta pelayanan terhadap masyarakat.

Program kerja bidang Pelayanan dapat dilihat didalam bagan diatas (Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

PAPAN INFORMASI

Papan informasi ini dibangun disetiap wilayah RK/Dusun/RW dan ditempatkan disamping pos ronda. Papan informasi ini dibangun dengan ukuran tinggi dua meter lebar satu setengah meter bengan bahan baku batu bata dan semen. Papan informasi ini digunakan untuk semua informasi yang dibutuhkan masyarakat. Informasi tersebut bisa berupa rincian dana kampung dan realisasinya. Informasi pembayaran PBB, Perkam, dan lain-lain.

Dengan adanya papan informasi ini sudah mewakili sistem kepemimpinan (Kepala Kampung) saat ini yang sudah harus transparan dan partisipatif, memiliki mimpi dan wawasan yang jauh kedepan.

Program bidang pertanian dan Peternakan yang terintegrasi (Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

BULETIN KAMPUNG

Selain sebagai sarana informasi yang dapat mengedukasi masyakat, buletin ini dapat juga mendidik masyarakat sebagai pengelola buletin akan terus dan terus berfikir bagaimana menyajikan informasi yang bermanfaat dan tidak membosankan.

Sementara bagi masyarakatnya akan terbentuk kebiasaan membaca dan ini akan berdampak kepada generasi mudanya yang akan terbentuk menjadi generasi cerdas. Kegiatan ini dapat terintegrasi dengan kegiatan yang lain misalnya kegiatan dirumah Al qur an, kegiatan pengajian atau jamaah yasin, atau kegiatan-kegiatan yang lain.

KAMPUNG IT

Minimal setiap kampung memiliki website, boleh webblog, worpress, namun visi kedepan agar menjadikan kampung sebagai kampung IT, artinya semua administrasi kampung sudah berbasis komputer dan bisa online. Jika semua kampung sudah berbasis online maka dapat dipastikan kabupaten bisa menjadi kabupaten Smart City.

Kominfo menjembatani sensus terintegrasi, mulai dari BPMPK, BPS, dan dinas lain, sehingga data yang dibutuhkan akan lebih komperehensif dan akan lebih hemat biaya tentunya. Sebagai satu contoh pengisian prodeskel wajib tuntas, dan update sehingga kebutuhan akan data dapat terakomodir secara cepat dan akurat serta hemat. Karena data yang ada pada prodeskel sangat lengkap. Data dasar keluarga pada prodeskel sangat detail.

Program bidang usaha rumahan dan bidang olah raga dapat dilihat sesuai dengan bagan diatas (Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

SARANA INTERNET KAMPUNG

Sarana internet kampung akan dimanfaatkan untuk menunjang semua kegiatan diatas, tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah kegiatan mendidik masyarakat agar melek TIK.

Kegiatan mengedukasi masyarakat dengan berbagai cara, yakni :
Pelatihan masyarakat, remaja, dan anak-anak secara gratis. Setiap hari (malam hari) sebanyak lima atau sepuluh pemuda, disesuaikan dengan alatnya digilir atau dijadwalkan untuk berinternet di Balai Kampung dengan bimbingan tenaga yang sudah bisa. Bimbingan ini terprogram dengan kurikulum yang jelas sehingga pada akhirnya akan dicapai bagaimana masyarakat merasa internet sudah menjadi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat untuk mencapai kesejahteraan.

Bagi para tukang kayu akan mencari bagaimana kreasi terbaru, memodifikasi hasil olahan kayu dan bagaimana pemasarannya, bagi petani bagaimana bertani vertikultura, hidroponik, pembuatan pupuk yang baik, dan lain-lain.

Sosialisasi pemanfaatan internet sehat, ini akan terus dilaksanakan secara berkala. Internet tidak bisa dihindari tetapi justru bisa dimanfaatkan dengan manfaat yang luar biasa. Internet bagaikan pedang yang jika kita salah memanfaatkan kitalah yang akan dihancurkan. Untuk itu sosialisasi pemanfaatan internet sehat ini harus dilakukan oleh kampung kepada masyarakatnya setiap saat. Bisa diintregasikan dengan pengumuman yang dipasang di Papan Informasi Kampung, Bulettin Kampung, atau selebaran.

Konsep bidang lapangan pekerjaan yang mungkin bisa dikembangkan (Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

MENDUNIAKAN TULANG BAWANG

Dengan memanfaatkan jejaring sosial atau medsos secara maksimal dan menyeluruh maka kita betul-betul bisa dikenal oleh dunia. Bagaimana pola dari menduniakan Tulang Bawang ini?

Secara sederhana jika pengguna medsos di Tulang Bawang ini mampu mengunggah satu foto tentang Tulang Bawang, maka selama satu atau dua tahun kedepan berapa ribu foto yang tersebar kedunia. Bagaimana jika lima tahun kedepan? Dengan upaya mengunggah foto tersebut masyarakat berlomba menyebarkan foto yang ada didaerahnya masing-masing, tentu ini akan berdampak pula bagaimana membuat daerahnya menjadi pantas dan layak untuk bisa diekspos kedunia luar.

Dimotori oleh Kominfo dan Pemerintah agar dapat menggerakan seluruh lapisan yang berada diwilayahnya, sehingga gerakan dapat mendunia. Dengan sebuah hashtag #Tulang_Bawang_Mendunia

BIDANG PERTANIAN

SUMUR BOR

Pengadaan sumur bor disetiap jalur di sebuah kampung sangatlah banyak manfaatnya, yakni:
Sebagai jaminan akan kebutuhan air bersih
Pengisi air kolam
Menyiram taman sayur
Menyiram budidaya jahe merah (Jahe instan)
Pembuatan batu bata

TAMAN SAYUR

Setiap kampung dan setiap pekarangan rumah atau setiap keluarga wajib memiliki taman sayur. Taman sayur sebagai wujud kekuatan bahwa sayuran untuk kebutuhan sehari-hari tidak setiap hari harus dibeli. Untuk mempertahankan taman sayuran tersebut dapat dengan dilakukan langkah stimulan, dengan cara mengontrol setiap triwulan, jika dalam satu triwulan taman sayur masih dalam kondisi baik, maka perlu diberi hadiah bibit sayuran.

Mengapa dinamakan taman sayur, karena selain kita akan memperhatikan kesuburan sayuran kita wajibkan juga untuk memperhatikan dari sisi estetikanya.

Konsep tata ruang pekarangan dapat dilihat sesuai dengan bagan diatas (Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

PEMBUATAN PUPUK

Masyarakat harus mampu membuat dan memanfaatkan pupuk sendiri secara baik dan benar, untuk itu perlu diadakan pelatihan pembuatan pupuk, pengelolaan sampah. Kegiatan ini untuk menunjang terintegrasinya dengan kegiatan yang lain, seperti taman sayur, taman buah kampung, lumbung terpendam, dan hutan kampung.

KETAHANAN PANGAN

LUMBUNG TERPENDAM

Tanaman kerowotan adalah tanaman pengganti nasi, tanaman ini bisa berupa :
Singkong
Gembili
Suweg
Ganyong
Garut
Uwi
Talas
Bentol
Ubi rambat
Dll

Tidak perlu penjelasan mengapa harus digalakkan pembudidayaan Lumbung Terpendam.

PENINGKATAN PENGOLAHAN BAHAN

Ini agak sulit, tetapi harus ditempuh. Gambaranya adalah sebagai berikut, peningkatan pengolahan misalnya dari singkong, ditingkatkan lagi untuk tidak dijual singkong, tetapi ditigkatkan pengolahannya sehingga bisa dijual dalam bentuk tiwul, tepung mocaf, biogas ethanol, dll. Begitu juga dengan hasil-hasil yang lain.

PENGELOLAAN LAHAN SEPUTAR CAKAT

Lahan seputar Jembatan Cakat dapat dioptimalkan dengan melibatkan masyarakat setempat untuk bergerak secara bersama menjadikan lahan rawa tersebut menjadi lahan produktif tanpa meninggalkan unsur estetikanya. Misalnya dengan dibuat tanggul – tanggul yang agak lebar sehingga dapat ditanam tanaman yang menghasilkan, kemudian yang tidak ditanggul dimanfaatkan untuk kolam ikan atau tambak. Sehingga dapat dijadikan lahan perikanan. Perlu juga beberapa kolam sebagai arena pemancingan.

BIDANG PETERNAKAN

PROGRAM SATU SAPI KEMBALI DUA

Program ini dapat digali sumber dananya dari dana desa ataupun dari dana plasma bagi kampung yang memiliki plasma sawit. Sapi-sapi tersebut kemudian di”gaduh”kan kepada masyarakat dengan sistem gaduh sapi satu kembali dua.

Dengan sistem seperti ini dalam waktu lima tahun, jika pertahun kampung dapat mengadakan sapi 5 ekor dari dana desa dan 5 ekor dari plasma, maka dapat diestimasikan ditahun kelima kampung akan memiliki sapi sebanyak 50 ekor, belum sapi – sapi yang dibeli ditahun pertama sudah beranak.

Sekian tahun yang akan datang kampung akan menjadi makmur dengan sapinya, pupuknya, masyarakatnya. Keperluan untuk mendidik masyarakat setiap saat bisa dilakukan tanpa kesulitan akan modal.

Kegiatan ini bagi kampung yang memiliki plasma sawit akan lebih ringan lagi manakala kampung dapat bekerja sama dengan plasma, baik itu tentang tenaga kerjanya maupun pengelolaan lahannya, dengan kerjasama tersebut petani dapat memanfaatkan lahan sawit tersebut dengan aturan baik dan jelas serta komitmen.

SATU RUMAH SATU KANDANG AYAM

Masyarakat khususnya diwilayah perkampungan diharapkan memelihara minimal ayam, memiliki minimal satu kandang. Jika semua bisa memelihara ayam minimal untuk kebutuhan daging dapat membantu terpenuhi dengan mengurangi kebutuhan belanja akan daging. Jadi sistem ini adalah satu diantara cara penguatan masyarakat berbasis keluarga. Jika satu keluarga sudah memiliki lumbung terpendam, taman sayur, kolam ikan, tanaman buah, dan memelihara ayam tentunya akan semakin memperkuat kesejahteraan sebuah keluarga.

BIDANG PERIKANAN

REVITALISASI KOLAM IKAN

Pembuatan kolam pembesaran dan pemijahan ikan untuk disetiap jalur di sebuah kampung yang memungkinkan untuk itu, ini terintegrasi dengan pengadaan sumur bor disetiap jalur, kemudian dipinggir kolam digalakkan untuk dibudidayakan sayuran melalui taman sayur. Diberi bantuan bibit ikan, kemudian untuk pembuatan pakannya kerjasama dengan tambak udang dan penggilingan padi diwilayah Rawa Jitu atau Rawa Pitu untuk dedaknya. Kemudian disediakan mesin pembuat pakannya.

Pengelolaan kolam tersebut sebaiknya dilombakan siapa yang memiliki hasil terbaik, maka akan mendapatkan bonus berupa bibit buah-buahan. Sehingga pada akhirnya terbentuklah investasi yang terintegrasi, antara pertanian (dedak), perikanan (Sisa udang), peternakan (pupuk) dan akan memiliki nilai tambah semua

Lebih jelasnya bahan baku pakan ikan adalah dedak dan sisa-sisa udang, ini akan menambah penghasilan bagi petani persawahan dengan petambak, kemudian pemanfaatan pupuk dari kompos dan pupuk kandang akan menambah penghasilan untuk tanaman sayuran diseputar kolam yang merupakan taman sayur.

BIDANG USAHA RUMAHAN

Satu kampung satu produk setiap tahunnya, ini bisa diambilkan dari gambaran modal dana untuk kegiatan bimtek kepala kampung yang keluar daerah, kita balik arah dengan mendatangkan tenaga ahli keterampilan atau produk tertentu, sebagian dana sebagai modal bahan baku, sehingga dapat dibuatlah satu produk untuk setiap tahunnya, ini bisa berkembang dengan baik apabila penanganan secara baik, dievaluasi secara rutin, dan memiliki visi kedepan yang kuat.

Berapa produk yang dihasilkan setiap tahun, dan akan berapa lama produk tersebut dapat bertahan. Produk ini akan dipasarkan melalui kegiatan rutin setiap tahunnya pada acara gebyar seni tradisional misalnya festival seni tradisional kuda lumping Tulang Bawang

Usaha isi ulang air minum disetiap kampung, artinya kebutuhan akan air minum masyarakat disebuah kampung dapat terakomodir oleh sebuah usaha milik kampung.

Jahe Instan, ini bisa terwujud secara bertahap, dengan memberi polibag setiap sebulan sekali 100 polibag dengan bibit jahe merah, maka dalam jangka sekian bulan sudah dapat dipetik hasilnya dan akan setiap bulan ada yang panen. Penyedian mesin pembuat jahe instan adalah hal wajib yang harus disediakan.

Kerajinan perabotan berbahan kayu, kegiatan ini adalah mengkolaborasikan bidang seni dan bidang pertukangan kayu. Kegiatan ini dapat terwujut dan akan dapat terus berkembang dengan terintegrasi ketika masyarakat pemerannya melek internet, sehingga kemampuan mengembangkan inovasi terbuka. Terintegrasi dengan festival seni tradisional ketika saat pemasyaran, terintegrasi dengan publikasi via dunia maya ketika pemasyaran sudah melalui dunia maya.

Kegiatan kolaborasi ini bisa juga dilakukan pada kegiatan lain, misalnya tukang las dengan tukang pelukis air brush, tukang kayu dengan tukang sablon, dan lain-lain.

KESEHATAN

JAMBAN SEHAT

Tidak ada masyarat satupun yang masih memiliki jamban tradisional. Pengoptimalan gerakan jamban sehat melalui usaha dan upaya swadaya kampung.

BIDAN TANGGAP

Bidan (Petugas Kesehatan) yang siap 24 jam memenuhi panggilan masyarakat, 20 menit setelah panggilan bidan siap ditempat. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat terpenuhi dan dapat menerapkan pola hidup sehat. Jadi diharapkan sebagai kontrol lingkungan dan kehidupan masyarakat agar pola hidup sehat, pola kesadaran membuang sampah dengan benar dapat terwujud.

PENDIDIKAN KEAGAMAAN

RUMAH AL QUR AN

Rumah Al Quran adalah wadah untuk mengaji secara berasama oleh masyarakat, didalam rumah Al Qur an minimalnya masyarakat mendengarkan secara berkala tentang apa itu Al Qur an dan tafsir dari Al Qur an secara bersama-sama. Rumah Al Qur an ini dapat dibangun secara sederhana bisa dari bambu atau yang lain disetiap wilayah RW/RK/Dusun.

Manfaat dari rumah Al Qur an :
Sebagai tempat penguatan pemahaman tentang agama melalui penggalian ilmu tentang Al Qur an.
Sebagai sarana silaturahmi bagi warga masyarakat.
Al qur an akan mengurangi perbedaan pemahaman

ADMINISTRASI KAMPUNG

Kelengkapan dan keakuratan data kampung sangat dibutuhkan, kelemahan saat ini kita akan kesulitan menekan kampung yang memiliki kelengkapan data kampung. Ini dapat terlihat ketika diwilayah kecamatan kita berkumpul antara puskesmas, polsek, pertanian, dari kecamatan kemudian bicara peta kecamatan terlihat semua membuat peta masing-masing dengan kemiripan yang sangat jauh. Begitu juga dengan luas wilayah ini dipengaruhi oleh data kampung yang tidak akurat dan konsisten.

Melalui prodeskel sebenarnya cukup mewakili data kampung, tetapi belum semua prodeskel dapat diupdate dan belum terisi secara penuh, apalagi data dasar keluarga.

Penataan administrasi dimulai dari map kemudian masuk kefolder selanjutnya masuk keloker akan lebih sistematis. Kemudian data tersebut juga dapat diakses secara digital melalui file-file yang ada diperangkat komputer kampung.

Pertemuan berkelanjutan oleh juru tulis kampung sangat diperlukan seperti yang pernah dilakukan di Kecamatan Penawartama pada tahun 2013 – – 2014.

Pelatihan berkelanjutan bagi aparatur kampung yang dikomando dari tingkat kecamatan adalah langkah efektif untuk membuat para aparatur dapat bekerja dan melengkapi data. Melalui pembinaan aparatur dan pembinaan administrasi kampung diharapkan mereka setiap saat untuk bekerja dengan nyata semua kelengkapan kampung. Tidak seperti saat ini biasaya kampung akan bekerja keras dan akan melengkapi data secara kilat disaat ditunjuk mewakili untuk lomba kampung.

IKON KAMPUNG

Untuk lebih dikenal sebenarnya kampung harus memiliki ikon tertentu dan bagaimana kegigihan kampung untuk mempublikasikannya. Banyak ikon kampung yang bisa dibuat, satu diantaranya adalah pembuatan nama yang berupa huruf demi huruf dapat berdiri sendiri. Seperti Bandar lampung city. Sehingga dengan dibuatnya nama seperti itu yang dibuat ditengah taman kampung akan menjadi tempat berfoto (selfi) setiap orang yang singgah. Dengan sendirinya kita akan terbantu unruk mempromosikannya. Jika setiap kampung memiliki nama tersebut maka akan lebih cepat diakses keluar kampung kampung yang ada dikabupaten kita.

SENI TRADISIONAL

Kreatifitas seni tradisional belum berkembang sedemikian rupa, sehingga mampu memberikan semangat baru dalam menjual seni keluar daerah.

Sebagai gambaran upaya memodifikasi seni tradisional kuda lumping, dimodifikasi dikreasikan kudanya diubah menjadi gajah, kemudian musiknya/gamelannya dikolaborasikan dengan kreasi bedana. Kemasan seni yang ditampilkan selalu diatas panggung, sehingga meningkatkan prestise dari seni itu.

Festival kuda lumping setingkat kecamatan dipusatkan disatu kampung dengan terintegrasi pembukaan stand pameran atau penjualan hasil, karya kreatifitas tukang, hasil jahe instan, produk-produk lainnya. Satu stand kuda lumping yang ditampilkan biasanya diatas seratus penonton, bisa diestimasikan jika festival kuda lumping satu kecamatan dijadikan satu. Kegiatan ini akan menjadi even yang lumayan menjanjikan untuk memasarkan sebuah produk.

BRAK / TOBONG BATU BATA SETIAP WILAYAH RT

Tobong batu bata ini harus ada disetiap wilayah satu RT/jalur dengan ketentuan, masyarakat dalam satu bulan meluangkan waktu satu hari, secara bergilir, sehingga jika dalam satu RT terdaat 20 orang, maka akan dapat tenaga kerja untuk membuat batu bata sebanyak 20 hari dalam satu bulan. Hasilnya akan dibuat untuk membuat pagar rumah, drainase didepan rumah, dan lain-lain. Kegiatan ini daat dirangsang dengan memberi bantuan semen atau material yang lainnya.

KAMPUNG KEBANGSAAN

Kampung kebangsaan adalah maniestasi dari pembulatan kebersamaan antara umat yang dilingkup masyarakat yang memiliki berbagai keberagaman. Keberagaman agama, suku, dan lainya. Bentuk kampung kebangsaan ini dapat diwujudkan dengan berbagai kegiatan, seperti :
Pelatihan tentang pilar kebangsaan/wawasan kebangsaan.
Pawai kebersamaan
Pemasangan gambar Pancasila/garuda disetiap rumah (bisa didinding depan setiap rumah)
Pertemuan berkala lintas agama, suku, dan lainnya.
Berdoa bersama lintas agama, suku, dan lainnya.

TAMAN KAMPUNG

Taman kampung memuat sarana bermain untuk sore hari, sarana baca, wifi kampung, dan tempat hunting dengan background Tulisan Nama Kampung yang besar, setinggi manusia. Tujuannya adalah ketika setiap orang yang ketaman maka akan mengambil gambar ditempat ini, dengan demikian kampung tersebut secara langsung dikenalkan oleh orang tersebut melalui fotonya.

Sarana internet ini dapat dimanfaatkan oleh orang atau masyarakat yang berada di lingkungan taman kampung, sehingga ini akan mampu memberi daya tarik tersendiri bagi masyarakat atau remaja. Syarat yang harus diajukan bagi pemanfaat internet adalah mengupload minimal satu foto tentang kampung tersebut setiap kali hendak memanfaatkan wifi kampung tersebut.

PEMBINAAN APARATUR BERKELANJUTAN
PEMBINAAN BERKELANJUTAN

Pembinaan ini dilakukan setiap satu hari dalam satu minggu, disepakati waktunya. Pembinaan ini diisi dengan berbagai materi kepemerintahan :
Administrasi Pembukuan
Administrasi ini tentang berbagai cara penulisan tata naskah dinas, membuat surat-menyurat, baik dari sisi tata naskah dinasnya, tata bahasanya, maupun jenis –jenis pembukuan atau surat menyuratnya.
Kepemimpinan
Pemimpin
Etos kerja

Problem Solving
Penyelenggaraan Kegiatan
Diskusi
Keputusan dan perkam
Peraturan Perundangan-undangan
Pengetahuan Umum

PENGAJIAN KHUSUS APARATUR
PERTEMUAN KHUSUS KELUARGA APARATUR
Bersambung …

PENUTUP

Konsep atau gagasan mentah ini dapat dibuat draf yang sistematis dan matang. Semua kegiatan ini dapat terealisasi dengan berbasis masyarakat kampung dibawah arahan dan bantuan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang melalui pengoptimalan SKPD yang ada.

Melalui bimtek berkelanjutan Aparatur kampung kegiatan ini akan lebih bisa terfokus pada draf atau masterplane yang sudah disusun.

Kampung dengan acara yang berbentuk terbuka, bisa dilakukan dimalam hari sembari duduk bersama seluruh masyarakat (ngopi bersama) kemudian membahas secara bersama keperluan dan kegiatan yang akan dilakukan untuk kampung yang sesuai dengan visi yang telah dicanangkan. Kemudian setelah dana turun kembali dikumpulkan secara terbuka dilaksanakan kegiatan kemudian dievaluasi secara bersama-sama.

Dwimulyo, 30 Desember 2016
Diramu oleh :

SUTRISNO

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan