ANAK-ANAK PERPUSTAKAAN ANUGRAH DWIMULYO TULANG BAWANG MEMBUAT KERAJINAN WAYANG KAYU

dwimulyo.desa.id  14 Desember 2018. Diera digital ini seiring dengan kemajuan jaman kecanggihan teknologi semakin sulit peluang kerja bagi yang tidak menguasai persyaratan yang dibutuhkan. Semakin lama semakin kedepan akan semakin sulit lapangan pekerjaan. Semakin jauh akan kesenjangan bagi masyarakat yang tidak memiliki keterampilan. Akan terasa susah bagi yang tidak memiliki kegigihan dalam bekerja.

Wayang kayu (Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

Kesulitan lapangan pekerjaan ini akan semakin terasa, bahkan walaupun dipedesaan. Disamping karena keterampilan yang tidak dimiliki semangat untuk bekerja juga semakin berkurang. Ini bisa dipacu oleh beberapa hal, bisa jadi memang semangat yang kurang baik, sulitnya pekerjaan, persaingan semakin ketat, keterampilan dan skill tidak dimiliki, dan masih banyak faktor yang lain.

Berikut gambaran Badan Pusat Statistik (BPS) merilis untuk Indonesia tingkat pengangguran terbuka (TPT)  pada Februari 2018 mencapai 5,13%, tetapi masih cukup baik ketimbang pada tahun sebelumnya. Artinya turun dari periode sama tahun sebelumnya, 5,33%. Dari persentase tersebut, maka jumlah pengangguran di Indonesia saat ini mencapai 6,87 juta orang atau turun dari sebelumnya yang mencapai 7,01 juta orang.

“Jumlah penganggurannya 6,87 juta. Kan tadinya 5,33% angkanya 7,01 juta, sekarang turun jadi 5,13% posisinya 6,87 juta jumlah pengangguran,” katanya di Gedung BPS, Jakarta, Senin (7/5/2018).

Menurutnya, tingkat pengangguran di kota jauh lebih tinggi dibanding di desa. Pada Februari 2018, TPT di perkotaan sebesar 6,34%, sementara TPT di wilayah pedesaan yang hanya sebesar 3,72%. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, TPT di perkotaan dan di pedesaan masing-masing mengalami penurunan sebesar 0,16% dan 0,28%. (dikutip dari eksbis.sindonews.com)

Wayang kayu belum jadi ( Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

 

 

Melihat kondisi tersebut, Perpusnas mengambil tindakan dengan menggelontorkan program Revitalisasi Perpustakaan. Sebuah program penguatan perpustakaan sebagai sentra kegiatan peningkatan ekonomi, sentra pelatihan masyarakat, sebagai sentra pelayanan TIK dan sebagai sentra yang lainnya. Perpustakaan sebagai pusat segala kegiatan yang membawa kepada kesejahteraan masyarakat sekelilingnya.

Tahun 2018 ini ada 60 kabupaten se-Indonesia yang dibidik Perpusnas sebagai pioner revitalisasi perpustakaan. Termasuk didalamnya Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung dan dua Kabupaten lainnya di Lampung.

Panorama di papan kayu ( Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

Perpustakaan Anugrah Kampung Dwimulyo sudah beberapa kali mengadakan pelatihan dan pembinaan terhadap masyarakat maupun aparatur dalam ikut mencerdaskan masyarakat. Kegiatan keterampilan juga merupakan kegiatan unggulan yang dilaksanakan di perpustakaan Anugrah Dwimulyo.Yaitu keterampilan membuat kerajinan dari kayu.Kerajinan dari kayu ini bermacam-macam. Satu diantaranya adalah wayang kayu.

Kaligrafi kayu ( Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

Wayang kayu adalah keterampilan berupa wayang yang disadur dari wayang kulit. Bahan baku untuk membuatnya berasal dari kayu. Kayu ini yang biasa dipakai adalah kayu jelutung atau kayu pule. Kelebihan kayu jelutung ini adalah lebih renyah, lebih mudah digergaji. Sedangkan peralatan untuk menggergaji adalah gergaji triplek. Bagaimana proses pembuatannya?

Peralatan untuk membuat wayang kayu (Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

Proses pembuatan wayang kayu dimulai dengan memilih dan memilah bahan kayu yang akan dipakai. Pertama pastikan kayu dalam keadaan kering. Kemudian disugu atau dihaluskan dengan ketebalan 6 mili meter. Setelah halus kayu harus diamplas agar lebih halus dan lembut. Setelah itu baru di gambar dengan mal wayang yang sudah ada, mulailah digergaji dengan gergaji khusus triplek.Pada proses penggergajian ini diharapkan harus hati-hati, karena rentan untuk patah mata gergajinya.

Setelah semua selesai baik badan atau tangannya kemudian baru dilakukan pewarnaan atau pengecatan. Ini juga bagian tersulit selain penggergajian.  Pewarnaan inilah yang menentukan indah atau tidaknya sebuah karya. Pewarnaan sebagai langkah finishing.

Perpustakaan melakukan pelatihan sekaligus pendampingan pembuatan karya wayang kayu ini yang kerjakan oleh para pemuda dan anak-anak perpustakaan. Kegiatan ini seharusnya dapat diperluas dan dapat ditekuni sebagai sarana untuk menambah in come bagi keluarga atau remaja.  Selain merupakan arena untuk melatih berkarya dan melakukan pemasaran secara mandiri maupun kelompok.

Kegiatan ini adalah untuk mendidik remaja dalam menciptakan peluang pekerjaan yang bisa jadi kedepan sebagai produk andalan Kampung Dwimulyo, atau setidaknya masyarakat yang berkecimpung secara langsung.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan