Belajar Mengelola Website desa.id di Perpustakaan Anugerah Dwi Mulyo

 

dwimulyo.desa.id  05 Desember 2018. Sebagai upaya kampung untuk menyebar luaskan informasi kegiatan di kampung memang bukan hanya bisa lewat media baliho atau media cetak lainnya. Akan lebih mudah lagi penyebaran informasi di Kampung lewat dunia internet karena masyarakat dapat lebih mudah mengaksesnya kapanpun dan dimanapun. Media internet saat ini adalah media yang sangat digandrungi terutama oleh yang merasa sebagai generasi milenial.

Satu diantara upaya untuk menyebarluaskan informasi tentang kampung lewat internet maka dibuatlah website desa.id. Karena sebagian besar tehnik pengisian dan tata kelola website desa.id belum begitu dikuasai maka perlu dilakukan belajar mengelola website. Saat ini Perpustakaan Anugrah Dwimulyo yang dikelola oleh  Insaf Setia, S.Pd. Perpustakaan menyediakan tenaga pembantu untuk mengelola website dari beberapa tenaga Relawan TIK Kabupaten Tulang Bawang maupun danri Komisariat RTIK.

Proses Belajar Pengelolaan Website desa.id di Perpustakaan Anugrah Dwimulyo bersama Sutrisno, S.Pd. (Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

Perpustakaan Anugrah Dwimulyo membantu mengadakan  kegiatan pembelajaran website desa.id.  Waktu pelaksanaan terbuka selama 24 jam. Jadi bagi para operator kampung atau yang menangani website kampung maupun sideka Perpustakaan Anugrah Dwimulyo menyiapkan sarananya. Perpustakaan Anugrah Dwimulyo yang merupakan Perpustakaan Desa sudah melaksanakan kegiatan revitalisasi perpustakaan. Perpustakaan sebagai tempat atau pusat belajar, pusat peningkatan ekonomi, pusat belajar, dan pusat membaca tentunya.

Perpustakaan Anugrah Dwimulyo memiliki tempat yang nyaman dan sarana lain seperti signal yang cukup mendukung menjadi beberapa alasan mengapa belajar di Perpustakaan lebih nyaman. Sebab lain sebagai pertimbangan mengapa Perpustakaan Anugrah sangat bagus adalah pengelola perpustakaan akan mendatangkan ahlinya jika ternyata tenaga perpustakaan tidak mumpuni didalam bidangnya.

Proses pembelajaran ini adalah selain teori juga praktik langsung. Pengelola Perpustakaan Anugrah Dwimulyo yang menangani hal ini, Sutrisno, S.Pd. mengajak belajar bersama yang dimulai dengan tehnik pengisian data, berita, memasukan gambar atau foto ke website, termasuk pemberian judul halaman website dan pengembangan kata-kata dalam pengisian website desa.id. Bahwa penulisan secara sederhana berita itu haruslah memenuhi kaidah 5W + 1H +1T. Atau kalau diterjemahkan secara umum adalah harus bisa menjawab pertanyaan, apa, siapa, dimana, kapan, mengapa, bagaimana, serta mengandung unsur kebenaran atau tidak “hoax” serta tidak menyangkut tentang unsur pelanggaran sara.

Pembelajaran dilaksanakan tanggal 05 Desember 2018 dimulai pukul 14.30 WIB sampai selesai Pukul 16.30 WIB. Pembelajaran ini terbilang cukup singkat karena setelah diberi penjelasan oleh pengelola, semua yang menjadi hambatan karena belum mengetahui akhirnya bisa tahu, dengan keramah-tamahan dan ketelatenan beliau dalam memberikan pembelajaran ini, proses belajar pun menjadi mudah dan poin – poin yang disampaikan beliau cepat terserap.

Pukul 16.15 WIB, sudah mulai mahir dalam penyusunan kata isi website desa.id (Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

Belajar website ini tidak cukup dengan waktu yang sesingkat ini, begitu pengelola memberi penguatan kepada peserta. Harus dilakukan secara terus menerus kemudian banyak belajar bersama teman-teman yang sudah duluan mengelola website kampung. Karena banyak sekali di Tulang Bawang ini komunitas sideka yang aktif dan rajin melakukan pertemuan demi pertemuan demi suksesnya dan sempurnanya pengelolaan website kampung.

Semoga dengan lebih lancarnya dalam mengelola website desa.id ini, segala informasi di kampung dapat diterima oleh masyarakat secara utuh dan merata kesemua golongan masyarakat. Lebih mudah dan labih cepat diakses, lebih transparan, lebih akuntabel, dan lebih mudah dalam menentukan kebijakan kebijakan berikutnya.

Perpustakaan Anugrah Dwimulyo juga akan terus berbenah dalam ikut membangun Tulang Bawang secara umum, dan lebih khusus lagi Kampung Dwimulyo. Perpustakaan akan menjadi sentral pelayanan TIK. Perpustakaan akan menjadi perpustakaan insklusi. Perpustakaan pada akhirnya dapat ikut meningkatkan ekonomi masyarakat.

Perpustakaan Anugrah sebagai sentra pelayanan TIK dan juga belajar bersama (Dokumen : desa.id, Foto by : TM)
Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan