SATU JAM UNTUK BERTANI

dwimulyo.desa.id,  29 November 2018.  Tidak ada yang bercita-cita jadi petani, ketika orang tua kita berkata tentang anak-anaknya, hampir semuanya mengatakan “Anakku tak sekolahno ben ra koyo bapakne.” Mungkin begitulah orang tua karena saking sayangnya kepada generasi penerusnya. Generasi yang sangat dibanggakan. Generasi yang di “golo-golo.”

Mempersiapkan tanaman menjelang musim penghujan, sebagai media bertani sayuran (dokumen : desa.id, Foto by : TM)

Alkhamdulillah, siapakah generasi tersebut? Kitalah generasi itu. Kitalah kebanggaan itu. Alkhamdulillah.

Teman-teman, mungkin kita tak melihat apa itu yang dibanggakan. Tepatnya belum, ya?. Tapi yakinlah. Yakinlah bahwa saya sangat bangga padamu wahai generasi yang membanggakan. Generasi kita ini generasi yang hidup didua zaman. Zaman petromax dan zaman listrik. Zaman mesin ketik dan zaman laptop. Zaman “gatheng” dan zaman gadget.

Tapi yang paling membanggakan itu adalah, ketika kita lahir dari seorang petani. Hidup dari hasil pertanian. Berhasil seperti sekarang dari keringat orang tua yang pantang menyerah menggeluti ladang. Luar biasa bukan?

Arahan untuk memulai menanam dimusim penghujan sangat diharapkan masyarakat (Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

Terus mengapa kita banyak yang ogah bertani? Hayuk teman-teman kita mulai bertani, mumpung ini musim hujan mulai kita jalani. Memanfaatkan kesempatan yang tak akan mungkin terulang. Karena jika nanti ada musim hujan berikutnya itu adalah musim hujan yang lain.

Bagaimanakah langkah kita? Semangat yang paling penting. Saya yakin semuanya memilikinya. Semangat muda. Semangat mengubah nasib. Semangat karena jiwa-jiwa muda.

Yang muda marilah kita mulai dengan satu jam saja. Ya, satu jam saja dalam satu hari kita usahakan untuk bertani. Menanam tanaman, apa saja. Bisa menanam sebagai lumbung terpendam. Seperti Suweg, bentul, ganyong, gembili, singkong, dan lain-lain.

Mulai membuat taman sayur, kita target dua bulan kedepan kita sangat terbantu dapur kita untuk soal yang satu ini. Soal sayur sangat signifikan bagi seorang ibu rumah tangga. Coba kita renungkan rupanya kita setiap hari membutuhkan sayur. Jika dalam sehari kita habis sepuluh ribu maka dalam setahun kita sudah berapa duit yang kita belanjakan untuk sekedar sayuran saja. Bagaimana dengan kita yang sudah berumur puluhan tahun. Sangat luar biasa.

Padahal kita bisa menyiasati, setidaknya meringankan. Bahkan seperti kemarin yang kita lihat ada yang panen kacang panjang. Artinya tidak hanya dikonsumsi sendiri. tetapi bisa menghasilkan dolar.

Taman sayur adalah tanaman sayuran. Ya sayuran apa saja. tetapi penanamannya dibuat indah dilihat. Adem dihati.

Satu jam bertani dalam sehari adalah solusi paling tepat untuk mengatasi kejenuhan. Sarana olah raga bagi yang tidak pernah berolah raga. Dan menghasilkan itu adalah bagian yang terpenting.

Satu jam bertani, bisa juga dimanfaatkan untuk bertani bersama, bisa melalui KWT, bisa melalui Kelompok tani, atau kelompok -kelompok yang dibentuk secara khusus. nah kan bisa gabung temen – temen sambil kopdar sambil berkarya. asyiik kan.

Trus ” Sampean lo ngomong doang” mungkin ada yang berbisik di ujung sana. he -he. ndak pa pa. Aku juga sudah mulai. minimal sayuran bayam dirumahku sudah panen. he he, suweg, uwi, juga sudah siap panen.

Barangkali ini bisa dijadikan wacana penggugah kita, untuk mambangkitkan diri, untuk menjadi generasi invest bukan generasi instan. Terima kasih.

Selamat pagi Saudaraku di Dwimulyo semuanya. Jangan lupa ngopi pagi.

Dwimulyo, 29 November 2018

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan