KISAH-KISAH PENUH HIKMAH “BALASAN YANG SANGAT INDAH”

dwimulyo.desa.id  28 November 2018.  Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu. Seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa. Berjalan mondar-mandir didepan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan. Menunggu sampai tamu direstoran sudah agak sepi. Dengan segan dan agak malu-malu dia masuk kedalam restoran tersebut.

Kemudian pemuda itu berkata “Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih”. Katanya dengan kepala menunduk kepada pemilik rumah makan. Sepasang suami istri pemilik rumah makan. Memperhatikan pemuda tersebut. hanya memesan semangkuk nasi putih tanpa lauk apapun. Mereka lalu menghidangkan semangkuk nasi putih untuknya. Ketika pemuda itu menerima nasi putih dan membayarnya, ia berkata dengan pelan. “Dapatkah menyiram sedikit kuah sayur di atas nasi saya?”.

Kisah-Kisah Penuh Hikmah Cetakan Pertama Vision 3 (Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

Istri pemilik rumah makan berkata sambil tersenyum. “Ambil saja sebanyak yang engkau suka, tidak perlu membayar”. Selesai makan pemuda ini memesan semangkuk lagi nasi putih. “Semangkuk tidak cukup anak muda, saya akan memberikan nasik yang cukup banyak lagi”. Kata pemilik restouran. “Bukan, saya akan membawa pulang. Besok akan saya bawa ke sekolah sebagai makan siang saya”.

Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik restauran berpikir. Pemuda ini pasti dari keluarga yang sangat miskin. dari luar kota ini, kota metropolitan. Demi menuntut ilmu ia datanag ke kota. Mencari uang sendiri untuk sekolah. Ia pasti mengalami kesulitan yang amat sangat tentang keungan. Berpikir sampai disitu pemilik rumah makan selalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur. Yang disembunyikan di dalam nasinya. Kemudian membungkus nasi tersebut yang sepintas terlihat hanya merupakan sebungkus nasi putih saja. Kemudian memberikan kepada pemuda tersebut.

Kisah-Kisah Penuh Hikmah Balasan yang Indah, adalah sebuah kisah seorang pemuda yang menolong suami istri yang dulu pernah menolongnya (Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

Melihat perbuatannya, istrinya mengetahui suaminya sedang membantu pemuda ini. Hanya dia tidak mengerti. Kenapa daging dan telur disembunyikan dibawah nasi. Kemudian suaminya membisik kepadanya. “jika pemuda ini melihat kita menaruh daging dan telur diatas nasinya. Tentu dia akan merasa kita bahwa kita sedang bersedekah kepadannya. Harga dirinya pasti akan tersenggung. Dan tidak akan datang lagi. Jika dia ketempat lain hanya membeli semangkuk nasi putih. Mana ada gizi untuk sekolah.

 

“Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya” Kata istrinya. “Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku?” canda sang suami. Sepasang suami istri ini merasa gembira dapat membantu orang lain. “Terima kasih saya sudah selesai makan” Pemuda ini berpamitan kepada mereka. Ketika dia mengambil bungkusan nasinya. Dia membalikkan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka.

“Besok singgah lagi ya, engkau harus tetap bersemangat”. Kata pemilik rumah makan sembari melambaikan tangan. Dalam perkataannya mengandung kata mengundang pemuda itu untuk kembali lagi dan jangan segan-segan.

Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu. Mulai saat itu setiap sore pemuda itu singgah dirumah makan tersebut. Sama seperti biasa setiap hari hanya makan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus untuk bekal keesokan harinya.  Sudah pasti nasi nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi. Sampai sang peuda tamat.

Selama dua puluh tahun pemuda itu tak pernah muncul kembali. Pada suatu hari ketika suami inisudah berumur 50 tahun lebih. Pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur. Mendapati situasi yang tiba-tiba akan kehilangan mata pencaharian, mereka pun panik.

Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakain bermerek. Kelihatannya seperti seorang direktur dari kantor bonafid. “Apa khabar? saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan.  Saya diperintah oleh direktur kami. mengundang kalian untuk membuka kantin diperusahaan kami. Perusahaan kami telah meyediakan semuanya. kalian hanya perlu membawa koki dan keahlian kalian kesana. Keuntungannya akan dibagi dua dengan perusahaan.”

“Siapakah direktur perusahaan kamu?> Mengapa bagitu baik terhadap kami?. Saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia.” Sepasang suami istri ini berkata dengan penuh keheranan. “Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami. Direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian. Hanya itu yang saya tahu. Yang lain setelah kalian bertemu kepadanya silakan ditanyakan kepadanya.

Akhirnya pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih itu muncul. Setelah bersusah payah selama dua puluh tahun, akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaan bisnisnya. Dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses.

Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah bantuan spasang suami istri ini. Jika mereka tidak membantunya, belum tentu dia akan mampu meyelesaikan kuliahnya. Dan bisa menjadi sukses seperti sekarang ini.  Setelah berbincang-bincang  sepasang suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya. Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan membungkuk dalam-dalam berkata kepada mereka. “Bersemangat ya, dikemudian hari perusahaan tergantung kepada kalian. Sampai bertemu besok.”

Kebaikan hati dan balas budi selamanya dalam kehidupan manusia adalah suatu perbuatan yang indah dan yang paling mengharukan. Rosulullah melarang umatnya memberi sesuatu dengan umpatan dan tetap menjaga izzah (kemuliaan) bagi yang dibantu.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan