PUSPARECA

dwimulyo.desa.id  17 November 2018. Setelah beberapa hari ini saya sempatkan diri untuk berkeliling kota Sukoharjo. Sebenarnya tidak keliling seluas sukoharjo, lebih tepatnya keliling komplek penginapan di Tegal Harjo Kelurahan Jetis Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo. Provinsi Jawa Tengah.

Tak ada yang kelihatan unik. Selain masih banyak yang sangat menjunjung tinggi tata krama atau “unggah-ungguh”. Beberapa kali saya kalah ramah dengan mereka. Ketika saya dihari pertama, saya sudah kalah oleh teman istri. Yakni menjemputnya walau perjalanan cukup jauh. Mengantarkannya ke Rumah sakit. Mengantarkannya ke Penginapan atau kos-kosan, yang tak lain kos-kosan miliknya juga.

Puspareca di dusun Tegal Harjo Kelurahan Jetis Kecamatan Suko Harjo Kabupaten Suko harjo Jateng (Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

Keramahan kedua ketika saya sholat di Masjid Al Ikhlas Jalan Gatot Subroto di Carik an. Saya disapa duluan, ditanya duluan, mereka menawarkan bantuan duluan. Bahkan ketika saya tidur kepanasan, tuan rumah meminjamkan kipasnya kepada saya. Sampai paginya mereka mengatakan tidur dengan pintu agak terbuka karena kepanasan.

Kembali kepada hal yang istimewa disini. Sukoharjo yang berada disebelah Timur Surakarta atau orang lebih mengenalnya dengan sebutan Solo. Ketika hari keenam pagi saya berjalan berama istri, mencoba mencari sesuatu yang bisa dibawa pulang ke Dwimulyo. Sesampai diperempatan ada beberapa yang bisa dilihat. yakni yang paling menggelitik hati adalah papan kata -kata motivasi.

Papan dakwah di Jalan Flamboyan Kampung Dwimulyo Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang Lampung (Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

Sebuah tembok dengan ukuran tinggi sekitar satu setengah meter dan lebar satu setengah meter, Cat dasar warna kuning dengan tulisan :

PUSPARECA

“LEBIH BAIK MENDENGARKAN NASIHAT MUSUH YANG BIJAK, DARIPADA MENDENGARKAN NASIHAT TEMAN YANG BODOH”

Saya sangat tertarik tulisannya. Tetapi lebih tertarik lagi pola penulisan dimedia seperti ini.  Ada kata “Pespureca” saya sendiri tidak tahu apa maknanya. Dan anehnya di Google juga tidak bisa saya temukan artikata puspareca.

Kepada intinya adalah ketertarikan saya kepada papan tulisan yang dibuat permanen tersebut. Saya ingin membuatnya di Kampung dwimulyo. Setelah beberapa saat saya coba menelusuri di google. saya coba dengan keyword “papan dakwah” ada beberapa yang muncul yang munkin nanti kita bisa jadikan referensi untuk kita semua.

Dwimulyo sebenarnya sudah membuatnya hanya masih menggunakan banner. Dengan ukuran satu meter persegi. Tinag setinggi dua meter. Isi dari banner tersebut adalah kata-kata bijak. Adapula yang berisi hadits.  Di Dwimulyo ini dipasang di Jalur Flamboyan. ada sekitar sebelas buah. Pemasangannya ada di pinggir jalan. Sebelah dalam dari parit. Pembuatan ini saya yang memprakarsai. banner tersebut mulai dipasang  pada bulan Agustus 2018.

Banner dakwah sebagai satu diantara media dakwah di Dwimulyo (Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

Kembali kepada puspareca, barangkali pembaca ada yang mengetahui maknanya?

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan