Tema Khutbah Jum at di Masjid Darussalam Dwimulyo Bulan ini, Bahwa Manusia Itu Selalu Membutuhkan Orang Lain

dwimulyo.desa.id  (01 November 2018). Khutbah Jumat besok Jumat di Masjid Darussalam Kampung Dwimulyo Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang.  Tugas Khotib oleh Bapak Sutrisno, S.Pd. menyampaikan tentang  Manusia yang Selalu Membutuhkan Orang Lain.  Manusia yang tidak bisa hidup sendiri. Secara lengkap berikut ini adalah khutbahnya.

Khutbah Jum at di Masjid Darussalam Kampung Dwimulyo awal Bulan November 2018 (dokumen : desa.id, Foto by : TM)
Khutbah Jum at di Masjid Darussalam Kampung Dwimulyo awal Bulan November 2018 (dokumen : desa.id, Foto by : TM)
Khutbah Jum at di Masjid Darussalam Kampung Dwimulyo awal Bulan November 2018 (Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

 

 

Jamaah Jum ah yang dirahmati Allah. Dalam kesempatan yang mulia ini, marilah kita  jernihkan batin kita. Untuk bertaqorup kehadirat Allah, dengan penuh hati dan jiwa. Sebagai manifestasi penghambaan dan kecintaan kehadirat Allah Yang Mahakuasa. Selanjutnya marilah kita bangun kehidupan kita dengan butiran-butiran akhlakul karimah.

Hadirin Jamaah Jumah yang dirahmati Allah. Khutbah kali ini khotib mengajak untuk kita renungkan dengan keberadaan dunia. Lingkungan kita, orang-orang disekeliling kita, kehidupan kita, diri kita, dan hati kita. Setiap manusia selalu membutuhkan orang lain. Seorang Muhammad Ali sekalipun. Seorang petinju Profesional memiliki pelatih. Membutuhkan seorang atau bahkan pelatih. Padahal jika mereka diadu, jelaslah Muhammad Ali lebih unggul daripada pelatihnya. LAntas mengapa Muhammad Ali masih membutuhkan seorang pelatih?. Sementara dia lebih hebat daripada pelatihnya.

Kita harus mengerti bahwasannya Muhammad Ali membutuhkan pelatih untuk dapat melhat hal-hal yang tidak dapat dia lihat sendiri.

Hadirin yang dimuliakan Allah Yang Mahaagung. Begitu juga dengan kita. Juga membutuhkan orang lain. Ketika kita mulai dari lahirsudah ditolong oleh orang lain. Nama kita diberikan oleh orang lain. Pendidikan kita diberikan oleh orang lain. Gaji kita, upah kita diberikan oleh orang lain. Kehormatan kitapun diberikan oleh orang lain.

Mandi pertama dilakukan oleh orang lain. Mandi terakhirpun masih juga dimandikan oleh orang lain. Ternyata sejak lahir hingga meninggal kita selalu membutuhkan orang lain. Kita mulai sadari bahwa kita tak mampu tanpa orang lain. Kita bukanlah siapa-siapa tanpa orang lain.

Oleh karena itu, marilah kita bersahabat dengan orang lain, dengan semua orang. Tulus berbuat dan baik terhadap semua orang. Karena sesungguhnya kita tidak tahu kapan kita akan membutuhkan mereka. Hanya Allah yang mengetahui.

Hadirin Jamaah Jumah yang berbahagia. Kita butuh nasehat orang lain, bahwa kita tidak selamanya benar. Tidak selamanya bagus. Tidak selamanya baik. Kerendahan hati, untuk menerima saran, kritik, yang membangun itulah sebenarnya yang menyelamatkan kita. Sesuai dengan Qur an, Surah Al Ashr (ayat 1 sampai dengan 3)

Khutbah Jum at di Masjid Darussalam Kampung Dwimulyo awal Bulan November 2018. Surah Al Ashr (1-3) (Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati menetapi kebenaran. (QS AL ASHR :103: 1-3

Hadirin Jamaah Jumah yang semoga senantiasa diberikan hati yang jernih. Berangkat dari nasehat menasehati. Perlu adanya ketulusan hati maaf -memaafkan. Marilah kita telaah dan kita renungkan sebuah nasehat ini. Kalaulah ada orang yang berbuat salah kepada kita, janganlah kesalahannya yang kita ambil. Tetapi kelebihannya yang kita ambil. Kalau teman kita berbuat kesalahan. Salah bicara, salah sikap, salah akhlak, dan segala macam salah. Jangan ambil kesalahan itu. Dan disimpan dihati. Tetapi ambilah keistimewaannya, kelebihannya, dan simpanlah dihati. Itulah cara untuk menjadi seorang pemaaf.

Coba kita melihat. Dari sekian banyak borok, kekurangan, aib, cela. Pasti masih ada kebaikan dibalik itu semua. Tidak mungkin orang yang tidak memiliki kelebihan sama sekali. Sebagaiman orang yang baik, pasti ada kekurangannya. Sidang Jum at yang saya hormati. Beberapa kata bijak ini sangat sesuai dengan keinginan hati kita pada saat ini:

Ali Bin Abi Thalib. Cintailah kekasihmu sekedarnya saja. Siapa tahu nanti akan menjadi musuhmu. Bencilah musuhmu sekedarnya saja. Siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu. Tidak ada orang yang kurang atau lebih rendah daripada orang lain. Karena sesungguhnya dia hanya berbeda.

Barang siapa memaafkan, disaat dia mampu membalas, maka Allah akanmemberinya maaf pada hari kesulitan (Riwayat Ath Thabrani) Jika Allah yang dijadikan tujuan. Mengapa harus dikalahkan oleh rintangan-rintangan yang kecil dihadapan Allah.

Akhirnya marilah kita, selalu memohon kepada Allah Yang mahapengampun. Agar kita diingatkan ketika lupa. Ditegur ketika kita khilaf. Dituntun dan dibimbing dikala tersesat dan salah arah dalam melangkah.

Khutbah Jum at di Masjid Darussalam Kampung Dwimulyo bagian akhir di awal Bulan November 2018 ( dokumen : desa.id, Foto by : TM)
Khutbah II Jum at awal November 2018 di Masjid Darussalam di Kampung Dwimulyo (Dokumen : desa.id, Foto by : TM)
Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan