DANA DESA KAMPUNG DWIMULYO TAHUN 2018, UNTUK PEMBANGUNAN YANG BERBASIS PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT

dwimulyo.desa.id (31 Oktober 2018) Kampung Dwimulyo Kecamatan Penawartama berdiri sejak tahun 2019 tepatnya Tanggal 03 September 2009. Kampung Dwimulyo adalah hasil pemekaran dari Kampung Sidomulyo. Kampung Sidomulyo dimekarkan menjadi dua kampung yaitu Kampung Sidomakmur dan Kampung Dwimulyo. Kampung Dwimulyo asal mulanya terdiri dari dua dusun yaitu Dusun Srimulyo dan Dusun Aji Cipto Mulyo. Itulah mengapa menjadi Dwimulyo.

Pembangunan Berbasis Peningkatan Ekonomi, Ini adalah Hasil Pupuk Kandang dari Kotoran Hewan (Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

 Kampung Dwimulyo sudah diperintah  oleh dua masa Kepala Kampung, Kepala Kampung Definitif yang pertama adalah bapak Pendi Suharno dan yang kedua adalah Bapak Sopan Setia, A.Md.  Bapak Pendi Suharno mulai definitif sejak Tahun 2010 sampai dengan 2016. dilanjutkan Kepala Kampung Definitif yang kedua adalah Bapak Sopan Setia, A.Md. dimulai sejak Oktober 2017, dengan masa jabatan sampai enam tahun kedepan. Tahun ini 2018 masih sangat baru Kepala Kampung yang baru dengan program -program yang baru pula. Program pembangunan berbasis peningkatan ekonomi masyarakat.

Pembangunan Berbasis Peningkatan Ekonomi Masyarakat, termasuk Penanaman Buah Naga yang dipupuk dari Kotoran Hewan (Dokumentasi : desa,id, Foto by : TM)

 Seperti apakah program pembangunan dan program penggunaan Dana Desa yang berbasis peningkatan ekonomi masyarakat tersebut.  Pembangunan berbagai infrastruktur maupun sarana lainya yang menopang atau akan mempengaruhi terhadap meningkatnya ekonomi masyarakat Kampung Dwimulyo Kecamatan Penawartama ini secara terus menerus. Peningkatan ini dilakukan dengan sistem partisipatif masyarakat. Artinya semua kebijakan dilandaskan kepada persetujuan atau dimusyawarahkan dengan seluruh masyarakat Dwimulyo. Seperti apakah program-program tersebut?  Program peningkatan ekonomi ini untuk jangka panjang, jangka menengah, maupun jangka pendek. berikut beberapa program yang sudah direncanakan ditahun 2018 ini baik melalui dana desa maupun alokasi dana desa.

Pembangunan Balai desa sebagai Upaya meningkatkan derajat kampung yang mandiri (Dokumentasi : desa.id, Foto by : TM)

 Pemgadaan sarana internet, pengadaan ini dengan dana desa. dengan tujuan adalah untuk mencerdaskan seluruh lapisan masyarakat. Melalui pemanfaatan internet diharapkan masyarakat dapat melek TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi)  dan dapat mencari sendiri kebutuhan-kebutuhan yang dapat mendukung kegiatan sehari-haari mereka dan dapat diterapkan dalam dunia kerja atau mata pencarian mereka.  Pelatihan ini dapat dimulai dari kelompok UKM atau Lembaga atau kelompok-kelompok dan juga komunitas-komunitas yang ada di Dwimulyo. Kegiatannya mencari referensi sebannyak-banyaknya. Misalnya seorang Tukang meubel dapat mencari model-model meubel terbaru dan dapat membuatnya.

Pengadaan Sarana Internet sebagai sarana untuk Meningkatkan Kecerdasan Masyarakat (Dokumentasi : desa.id, Foto by : TM)

 Contoh kedua adalah misalnya bengkel, mereka difasilitasi oleh internet kampung untuk menggunakannya sebagai langkah untuk mencari referensi tentang otomotif, atau ilmu tentang memperbaiki motor secara modern dan profesional. Untuk KWT atau Kelompok Wanita tani diajak mencari referensi yang bisa diterapkan di KWT untuk bisa bertani secara baik, modern, dan profesional. Sehingga dapat hasil yang baik, sehingga dengan demikian dapat meningkatkan ekonomi anggota. Misalnya tentang penanaman sayuran yang baik, cara pemupukan yang benar, cara membuat pupuk dari bahan kotoran hewan. begitu seterusnya. Kampung harus sangat cerdas dan cepat dalam bergerak sehingga sarana yang ada bisa betul-betul memberi dampak yang baik dan sangat luas bermanfaat bagi sebagian besar masyarakat Kampung Dwimulyo.

Pembangunan Gorong-gorong sebagai upaya mempermudah Jalur Transportasi (Dokumen :desa.id, Foto by : TM)

 Pengadaan alat pembuatan sumur bor. Pengadaan ini diharapkan dapat memberi beberapa keuntungan. Keuntungan pertama adalah pengadaan sumur bor jadi lebih murah, mudah, dan cepat. Diharapkan tiga tahun kedepan semua jalur sudah memiliki sumur bor. Hal ini akan berdampak kepada yang lain. Kebutuhan akan air bersih dapat teratasi. Keuntungan yang lain masyarakat bisa menggunaan untuk menyiram tanaman, tanaman sayuran, tanaman cabai, atau tanaman-tanaman yang dapat menghasilkan yang lain. dalam jangka panjang semua lahan pekarangan harus menjadi lahan produktif. Kampung Dwimulyo ini ada sepuluh jalur, jika setiap jalur ada empat sumur bor, maka sudah cukup untuk kebutuhan air dalam satu jalur tersebut. Empat puluh sumur bor itu jika dalam satu tahun dibangun 8 sampai dengan 10 maka dibutuhkan waktu kurang lebih empat tahun. Ini adalah perubahan yang luar biasa. Jika mau lebih cepat lagi terealisasi dapat dilakukan dengan metode stimulan, artinya jalur juga harus menyiapkan modal untuk membuat sumur bor tersebut. Sehingga akan lebih cepat terselesainya program gemilang tersebut.

Pengadaan Alat pembuatan batu bata untuk mempersiapkan mempercepat pembangunan Drainase (Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

 Pengadaan Alat Cetak batu bata, atau yang sering disebut molen bata. Alat ini memiliki beberapa keuntungan yaitu: Memnambah peluang Tenaga Kerja, karena minimal membutuhkan tiga sampai enam tenaga kerja untuk melayani satu alat pembuatan batu bata tersebut. Keuntungan kedua adalah mempercepat pembangunan kampung karena akan ada pemasukan secara terus-menerus ke kampung, dan akan ada batu bata yang setiap saat bisa dipakai atau bisa dibeli dengan harga yang lebih murah bila dibandingkan kita membeli batu bata dari luar daerah, Misalnya untuk pembuatan talut atau drainase disetiap parit di depan rumah masyarakat. Dapat diambilkan dari batu bata produksi sendiri, dengan ikut gotong royong membuat batu bata tersebut.

Pemeliharaan Ikan Terintegrasi dengan Pengadaan Alat Sumur Bor (Dokumen : Desa.id, Foto by : TM)

 Pengadaan sapi gaduh untuk masyarakat. Walaupun belumbisa banyak diharapkan pengadaan gaduh sapi ini dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. Jika masyarakat cerdas maka dapat diambil beberapa keuntungan dari ternak sapi ini. Bisa dari bioslurynya, bisa dari pupuk kandangnya. bisa dari dagingnya. Dalam jangka waktu lima tahun kedepan jumlah sapi dipastikan dapat meningkat, sehingga peningkatan ekonomi dapat terbantu dari pengadaan sapi gaduh ini.  Sapi gaduan ini bisa dengan sistem satu ekor kembali dua atau dengan sistem gaduan tradisional, seperti yang sudah ada sebelumnya aturan memeliharanya.

Pengadaan Alat Sumur Bor sebagai saran untuk Meningkatkan Ekonomi Masyrakat (Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

 Semua kegiatan itu akan lebih bagus jika dilaksankan secara terintegrasi. Artinya pupuk kandang dikelola dengan dan dimanfaatkan dengan benar untuk pupuk tanaman sayuran. Penyiraman dari kolam yang diisi dari sumur bor, Jadi Kolam dan sayuran adalah berkat adanya sumur bor, dan pupuknya dari pemeliharaan sapi. Begitu seterusnya akan terus diintegrasikan sehingga betul-betul saling mendukung satu sama lainnya.

Pembinaan Kelompok Wanita TAni sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Anggota KWT (Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

 

 

Program ini bisa terwujud di tahun 2018 ini di Dwimulyo, jika semua aparaturnya memiliki dedikasi dan integritas yang tinggi, komitmen untuk terus memperjuangkan keberhasilan,  Mengajak atau melibatkan lebih banyak masyarakat untuk berpartisipasi secara langsung. Saling gotong royong, saling membantu, saling mengisi, saling menghormati, saling mendukung, dan saling menasehati. Pembangunan-pembangunan infrastruktur yang lain , seperti gorong-gorng palt beton yang dapat melancarkan transportasi, Pembagunan atau memelihara Kelompok Wanita Tani atau Gapoktan, sehingga semua dapat menunjukan hasil yang secara mandiri dan utnuk dapat diperjuangan agar bisa menambah penghasilan dalam jangka panjang. Tahun 2019 direncanakan untuk sapi dan yang lain akan diakan sebagai upaya untuk terus meningkatkan ekonomi masyarakat. Semoga berhasil.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan