EKSPORTIR KITA JUMLAHNYA KURANG BANYAK SEKALI

 

 

JUMLAH EKSPORTIR KITA KURANG BANYAK SEKALI

Oleh : Wayan Supadno/Pak Tani

Beberapa bulan lalu Bp Prediden berkali – kali menegaskan bahwa agar lembaga bagian promosi dan ekspor agar lebih produktif lagi, bahkan jika dievaluasi dianggap tidak efektif efisien produktvitasnya maka lembaganya diancam akan ditutup. Ini sudah jadi peringatan keras.

Begitu juga saat saya lihat di Tv beberpa hari terkhir ini berkali – kali Bp Presiden juga menekankan agar semua Dubes kita aktif dalam upaya menembus pasar ekspor kita, berita ini tentu kabar sangat menggembirakan kami selaku praktisi produksi yang butuh kepastian pasar seluas – luasnya.

Ini tak ubahnya kita saat mengelola cash flow rumah tangga maupun saat kita mengelola perusahaan yang memiliki karyawan cukup banyak , di saat sikon ekonomi makro global cenderung labil maka tindakan kita pasti menghambat pengeluaran dan meningkatkan dana masuk, agar dana segar parkir jauh lebih banyak di atas rata – rata kebutuhan rutinnya.

Artinya bahwa saat ekonomi global labil seperti saat ini dengan ditandai ada beberapa negara lain terseret dalam krisis serius, maka idealnya adalah mengumpulkan cadangan devisa sebanyak mungkin, caranya menahan jumlah impor agar devisa minimal terpakainya dan memacu volume ekspor agar tercipta penambahan devisa baru lagi lebih banyak.

Kita patut bersyukur gerakan tersebut mulai menampakkan hasil, pada beberapa daerah bermunculan eksportir baru, inilah bukti bahwa pengusaha adalah lokomotif ekonomi riil kita, ilustrasi sederhana 1 orang eksportir baru di Banyuwangi dan Singaraja Bali bisa mengirim 2 kontainer buah manggis/minggunya/orangnya tentu hasil panen dari banyak KK Petani yang selama ini belum pasti pasarnya. Begitu juga komoditas lainnya seperti bawang merah maupun buah tropis lainnya.

Apa yang didapat lagi selain kepastian pasar hasil pertanian di pedesaan, tentu banyak lagi misal penyerapan tenaga kerja dan utamanya terciptanya cadangan devisa yang makin banyak lagi. Moril petani akan meningkat tajam untuk lebih bergaerah lagi dalam bertani. Kesejahteraan petani akan naik, jadi tuntunan keteladanan di lapangan, otomatis akan menambah gaerah anak muda lebih ” percaya diri ” terhadap dunia agribisnis, lalu banyak yang menirunya, akhirnya pemgusaha muda bertambah jumlahnya, masa depan bangsa lebih terang benderang.

Apalagi Pemerintah, khususnya Kementan memberikan jaminan bahwa ” mengurus ijin ekspor hanya 3 jam saja “, dibandingkan dulu butuh 400 an jam. Ini bagi saya pribadi hal yang patut kita acungkan jempol, sekali lagi acungan jempol buat Pemerintah. Karena berdampak imbas luas dan berkelanjutan. Auranya sangat berdampak beda di lapangan.

Sebuah pembelajaran sukses juga, misal pada sawit kita bisa ekspor hingga meraup devisa setara Rp 300 Trilyun/tahun (Pidato Bp Presiden di Bali semalam), andaikan itu tiada eksportirnya tak kan mungkin itu terjadi, andaikan itu tidak terjadi mau dapat dari mana pengganti sumber devisanya. Sederhana sekali ilustrasinya. Sebaliknya jika jumlah pelaku kita pacu lebih banyak lagi maka dampaknya juga akan jauh lebih banyak lagi, karena itu simpul masyarakat ekonomi riil.

Di salah 1 Group Medsos, misal saja Gemar Bertani, sengaja saya undang banyak Tokoh Nasional jadi bagian dari member, saya undang juga para praktisi di lahan maupun di pasar, termasuk para eksportir, ini semua agar mudah kordinasi representasi dari bagian masing – masing, mulai pemerintahan akademisi legislatif kepala daerah dan sererusnya.

Tak jarang saya membuat artikel nuansa motivasi inovasi, dengan harapan saya bisa mereplikasikan profesi saya, begitu juga harapan besar saya agar segenap sahabat eksportir juga mau terpanggil bergerak nyata mereplikasikan profesinya, seperti beberapa eksportir yang saya kenal hampir slalu punya komitmen moral mereplikasikan kesuksesan dirinya, sebanyak dan secepat mungkin, ini jika goal paralel pasti membanggakan sekalipun hanya sebatas dalam hati.
Tak ubahmya saya, jika ada pelaku baru hadir seprofesi dengan saya dan nyata karena saya rasanya juga bahagia dan bangga dalam hati.

Tentu tak kalah pentingnya, harapan paling besar ke dunia akademisi agar dari sana terlahirnya jumlah eksportir baru sebanyak mungkin..

Semoga bermanfaat..

Salam 🇮🇩
WS/Pak Tani

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan