PERKEMBANGAN KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT (KIM) DI PENAWARTAMA KABUPATEN TULANG BAWANG TAHUN 2018

 

dwimulyo.desa.id  (29 Oktober 2018). Perkembangan dunia diera globalisasi bahkan sekarang ada yang menyebut sebagai era millenial dan serba digital ini semakin luar biasa.  Begitu juga perkembangan TIK, keterbukaan untuk memperoleh informasi merupakan kebutuhan yang sangat signifikan disaat ini. Sehingga disahkannya Undang-Undang Nomor 14 tahun 2018, tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Dalam UU tersebut disebutkan pada dasarnya setiap informasi publik bersifat terbuka dan dapat diakses oleh setiap pengguna informasi publik.

KIM (Kelompok Informasi Publik) adalah sebuah Lembaga layanan publik yang dibentuk dan dikelola dari, oleh, dan untuk masyarakat secara khusus sebagai layanan informasi terhadap isu-isu pembangunan sesuai dengan yang dibutuhkan. Hal ini sesuai dengan Peraturan menteri  Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 08/PER/M.KOMINFO/6/2010 tentang Pedoman Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Komunikasi Sosial.

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kecamatan Penawartama (Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

Sebagai dasar hukum pembentukan KIM juga bisa mengacu kepada Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2009. Tentang Desiminasi Informasi Nasional oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Pemerintah Daerah kabupaten/Kota tanggal 01 Juni 2010.

KIM ini memiliki visi yang cukup jelas, yakni terwujudnya masyarakat informasi yang dinamis sebagai dasar bagi terbentuknya masyarakat yang madani (Civil society) yang sehat, cerdas, terampil, kreatif, inovatif, produktif, mandiri, dan berbudaya yang tinggi. Sedangkan misinya adalah mengembangkan dan memberdayakan, memfasilitasi, dan mendinamisasi pelayanan informasi melalui desiminasi informasi untuk anggota masyarakat.

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang ada di Kecamatan Penawartama sedang di Perpustakaan Anugrah Dwimulyo (Dokumentasi : desa.id, Foto by : TM)

KIM ini dibentuk dengan azas Pancasila, dengan prinsip transparan dan demokratis yang bercirikan kebersamaan, kebermaknaan, kemandirian, kegotong-royongan dan persamaan hak dan kewajiban. Maksud dibentuknya KIM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kecerdasan, keterampilan, kearifan yang mendorong berkembangnya motivasi masyarakat. Supaya dapat berpartisipasi aktif dalam terselenggaranya pemerintahan dan pembangunan yang berdaya guna bagi seluruh masyarakat. Tujuannya adalah sebagai mitra pemerintah dalam menyebarluaskan, sosialisasi, dan desiminasi informasi pembangunan kepada masyarakat; sebagai mediator komunikasi dan informasi pemerintahan dan pembangunan secara timbal balik dan berkesinambungan; dan sebagai forum media untuk pelayanan komunikasi dan informasi pemerintahan dan pembangunan.

Apakah tugas KIM tersebut? Tugas KIM adalah mewujudkan masyarakat yang dinamis, peduli, dan peka terhadap arus informasi. Memberdayakan masyarakat agar memiliki kecerdasan dalam mencerna, memilih dan memilah informasi yang menjadi kebutuhan untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Kedudukan KIM ini ditingkat Desa atau kampung secara mandiri dan non partisan sebagai wujud partisipasi masyarakat dalam pembangunan dibidang komunikasi dan informasi. Sedangkan pada tingkat Dusun atau RW dapat dibentuk kelompok-kelompok desiminasi  yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan KIM kampung.

KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) di Penawartama adalah satu-satunya yang ada di Kabupaten Tulang Bawang (Dokumen : desa.id, Foto by : TM )

Struktur organisasi KIM, dalam pembentukan KIM ada beberapa pengurus, yaitu : Penasehat adalah kepala desa, Kemudian Pengarah adalah ketua LPMK dan atau ketua BPK, Pembina adalah seksi penerangan LPMK, dilanjutkan dengan Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, Kemudian ada tambahan empat seksi yaitu : Seksi Organisasi dan Peniingkatan SDM, Seksi Pengolahan dan Akses Informasi, Seksi Pelayanan dan Desiminasi Informasi, dan Seksi Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif.

Bagaimana dengan KIM di Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawangtahun ini. KIM yang ada di Penawartama rata-rata dibentuk di Tahun 2015, oleh LPMK diketahui oleh Camat Penawartama. Kegiatan KIM pada tahun itu adalah pelatihan berkelanjutan penggunaan Laptop, yang semula tidak ada yang memiliki laptop dalam jangka dua tahun semua KIM memiliki Laptop. Kemudian pertemuan tersebut dilaksanakan secara bergilir dirumah anggota KIM disetiap kampung, di Penawartama ini ada 14 KIM yang sudah terbentuk, yakni :

  1. KIM Kampung Trijaya
  2. KIM Kampung Sidomulyo
  3. KIM Kampung Sidoharjo
  4. KIM Kampung Tri Tunggaljaya
  5. KIM Kampung Tri Rejomulyo
  6. KIM Kampung Bogatama
  7. KIM Kampung Wiratama
  8. KIM Kampung Sidodadi
  9. KIM Kampung Pulo Gadung
  10. KIM Kampung Dwimulyo
  11. KIM Kampung Sidomakmur
  12. KIM Kampung Wira Agungsari
  13. KIM Kampung Trikarya
  14. KIM Kampung Rejosari
KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) dibentuk oleh Desa diketahui Camat (Dokumentasi : desa.id, Foto by : TM)

Namun belakangan yang masih aktif hanya beberapa kampung lagi. KIM di Penawartama semestinya sudah harus direorganisasi, karena sudah sejak tahun 2017 akhir pergantian kepala kampung sangat berpengaruh terhadap semangat KIM dalam bergerak dan bekerja. Dukungan Kepala Kampung yang ada di Penawrtama ini sangat dibutuhkan agar terciptanya KIM yang dpat betul-betul bermanfaat untuk perkembangan dan kemajuan kampung.

Sosialisasi kembali seharusnya dilakukan oleh pihak kecamatan untuk dapat menghidupkan atau mengaktifkan kembali Kelompok Informasi Masyarakat ini sesuai dengan perkembangan yang ada dan akan terus dihadapi oleh masyarakat yang semakin cerdas karena kemajuan informasi. Pengolahan informasi yang benar, pemanfaatan media informasi yang benar, dan memberikan informasi yang benar tidak akan menjadikan salah faham dan kekurangpahaman masyarakat terhadapa apa yang dikerjakan oleh pemerintah kampung.

Penawartama adalah sebuah kecamatan yang memiliki 14 kampung, dengan tujuh kampung induk dan tujuh kampung pemekaran. Informasi yang dimiliki pemerintah tidak akan sampai kepada masyarakat jika kampung tidak memiliki wadah khusus yang akan melakukan desiminasi. KIM adalah solusi yang paling tepat agar masyarakat memahami apa yang menjadi kemauan pemerintah kampung.

 

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan