KERINDUAN YANG DALAM HADIRNYA PENGUSAHA SUKSES AGRIBISNIS 

 

Sejenak pagi…

KERINDUAN YANG DALAM HADIRNYA PENGUSAHA SUKSES AGRIBISNIS

Oleh : Wayan Supadno/Pak Tani

 

dwimulyo.desa.id (29-10-2018).
Dalam sebuah buku terjemahan berbunyi ” Jika mau melihat keadaan masa depan sebuah bangsa maka lihatlah generasi mudanya saat ini “, berarti kalau mau melihat masa depan dunia petaian kita di masa depan lihat generasi muda kita saat ini yang berusaha di pertanian.

Jika banyak dan inovatif hulu hingga hilirnya maka cerahlah masa depannya, begitu juga sebaliknya. Tak ubahmya kita melihat hamparan perkebunan kalau pohon kebunnya yang berumur muda hanya sedikit tapi justru pohon yang berumur tua mendominasi maka tak lama lagi total produksinya akan drastis turun.
Hikmah nyata lapangan.

Pengusaha Sukses Bapak Wayan Supadno, bergerak dibidang Agribisnis (Dokumentasi : desa.id, Foto by : WS)

Tak ubahnya lagi dalam dunia pemasaran, kata Pakar Pemasaran legendaris Hermawan Kartajaya bahwa ” *Jika sebuah produk atau profesi hanya disukai oleh kaum tua, tapi justru dihindari atau dibenci oleh kaum muda, maka alamat produk atau profesi tersebut akan sirna dari peredarannya, dampak imbasnya akan sangat luas bagi sebuah peradaban manusia “.*

Jika kita menyimak data BPS 2014 hasil dari Sensus Pertanian yang diadakan tiap 10 tahun sekali ternyata komposisi Petani Muda kita hanya tinggal 12%, padahal kita tiap tahun kata Kapusdiktan meluluskan Sarjana Pertanian 34.000 an orang dan SLTA pertanian 200.000 an orang.

*Kondisi ini akhirnya terdeteksi dalam berita terkini bhwa 2.000 pemuda paling berpengaruh di Asia, tiada 1 pun yang berusaha di agribisnis di Indonesia, padahal negara kita negara agraris (berita di bawah ini)”*.

Kondisi ini multi sebabnya dan multi akibatnya, jika kita telaah akibat yang timbul di masa depan tak lepas dari hasil penelitian dan pengkajian memyeluruh tentang sebabnya pada masa lalu. Sayang kita lebih suka pandainya _ngeles_ saja, bahkan suka menghibur diri dengan bahasa klasik misal ” tiap generasi pasti punya solusi terhadap situasi yang dihadapinya “.

Pengusaha Agribisnis yang cukup memberikan inspirasi terhadap Pengusaha Pemula untuk menjadi sukses (Dokumentasi : desa.id, Foto by : WS)

Sesungguhnya, ngeles dan menghibur diri itulah sebab makin banyaknya impor pangan kita terhadap gula tebu, sapi, tembakau, gula kelapa merah, kedalai, susu, kakao dan lainnya.

Bahhkan berdampak langsung pada banyaknya lahan terlantar yang masih terbentang luas hingga jutaan ha utamanya di luar jawa, karena berpuluh tahun lahan tersebut terlantar akhirnya nilai jualnya sangat murah, dampak akhirnya banyak diborong dikuasi diberdayakan oleh investor – investor besar termasuk perusahaan asing. Dengan begitu harapannya agar terberdayakan sebagimana mestinya lalu nengasilhkan nilai tambah buat lapangan kerja masyarakat sekitar maupun pajak negara dan cadangan devisa.

Alternatif solusinya, harus benar – benar ada upaya khusus dalam hal pembangunan SDM Muda Pertanian Inovatif. Ini keharusan, mutlak sifatnya. Hanya cara itu juga akan menggerus angka kemiskinan di pedesaan yang 61% dari 25 jutaan (BPS) dan mempersempit jurang kesenjangan sosial ekonomi kita (rasio gini).

Pendek kata..
Masayarakat kaum muda butuh banyak contoh nyata figur sukses di lapangan, di tengah masyarakat yang patut diteladani mudah diikuti maupun ditirunya.

Salam Sumpah Pemuda 🇮🇩
WS/Pak Tani

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan