PEMBINAAN BERKELANJUTAN APARATUR DESA SEBAGAI UPAYA AKSELERASI KEMAJUAN DESA

 

dwimulyo.desa.id (28-10-2018). Desa yang baik dan akan cepat berkembang, jika dikelola oleh orang orang yang berkualitas, artinya kecenderungan sebagai manusia pembelajar sangat tinggi.Aparatur desa yang terpilih rata-rata memiliki pendidikan SLTA, artinya sebenarnya sudah memiliki dasar yang cukup untuk mengelola desa, tetapi sesuai dengan perkembangan jaman yang serba cepat ini, masih diperlukan syarat berikutnya, yakni harus sanggup menjadi manusia pembelajar

Era yang serba cepat disaat ini dituntut aparatur juga memiliki pola pikir yanf berwawasan kedepan. Meliki semangat yang tinggi, mampu bergerak cepat dan dinamis. Tetapi aparatur desa yang sekarang di Tulang Bawang, khususnya yang baru dilantik di tahun 2017 adalah aparatur yang masih betul-betul baru dan belum memiliki pengalaman. Memang ada sebagian yang sudah berpengalaman. Tetapi jumlahnya tidak banyak. Ini yang menjadi permasalahan kita semua.

Pembinaan berkelanjutan Aparatur Desa juga melatih bagaimana menyusun berkas secara sistematis (Dokumen : desa.id, Foto by : TM)

Menghadapi situasi seperti itu keltika seorang kepala desa atau kampung yang tidak memiliki kemampuan memimpin dengan baik, pasti akan menemui kesulitan, atau bahkan tidak akan ada pergerakan yang nyata untuk kemajuan kampung. Maka diperlukan langka-langkah nyata, melalui pembinaan yang secara terus menerus untuk mempercepat melatih pola pikir dan dan gerakan yang betul-betul nyata dan efektif.

Pembinaan Berkelanjutan Aparatur Desa atau Kampung adalah solusi yang paling tepat, adapun yang dipelajari adalah sebagai berikut :

  • Pengelolaan pekerjaan sesuai dengan tupoksi.Apa tupoksi Juru Tulis, operator, kepala urusan, dan kepala seksi, begitu seterusnya sampai betul-betul mapan dan tidak tumpang tindih.

 

  • Mengelola administrasi pembukuan sesuai dengan jabatan, mengelola buku pertanahan, buku ekspedisi, buku agenda, buku tamu, buku kependudukan, buku inventaris dan pembukuan-pembukuan yang lain yang sesuai dengan bidang kerjanya masing-masing.

 

  • Mempelajari penggunaan IT, mengapa ini perlu karena diera sekarang ini tidak ada yang terlepas dari TIK, semua berkaitan dengan TIK, baik untuk administrasi maupun data-data yang harus diinput kedalam data base.

 

  • Problem Solving atau pembelajaran pemecahan masalah, bisa tentang masalah masalah yang ada disekitar aparatur, tentang tanah, tentang keamanan, tentang kerukunan, dan gotong royong. MAsalah -masalah ini bisa digali dari peserta pelatihan atau para aparatur yang mengikuti pelatihan.

 

  • Bermain peran, kegiatan ini juga sangat penting dan dapat mempengaruhi pola pikir atau cara bersikap dalam menghadapi permasalahan yang muncul. Bermain peran ini  dapat diterapkan dalam upaya kegiatan advokasi, mempersiapkan advokasi, mempersiapkan rapat besar kampung dan lain-lain sehingga aparatur tersebut sudah memiliki bayangan apa yang akan dihadapi dan apa yang akan dikerjakan untuk kampung kedepan.

 

Pembinaan berkelanjutan Aparatur desa juga mempelajari bagaimana mengisi data-data yang ada di PKK, Kependudukan dan lain-lain (Dokumentasi : desa.id, Foto By : TM)
  • Menyusun laporan, kegiatan menyusun laporan ini juga tak kalah penting dari kegiatan yang lain, karena semua muaranya ada disini. Penyusunan laporan itu dimulai dari penyusunan perencanaan, bagaimana, mengadakan musrenbangkam, atau musyawarah desa, dan bagaimana menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah, Rencana Pembangunan jangka Pendek.

 

Dilanjutkan kegiatan-kegiatan tentang bagaimana pelaksanaan kegiatan sesuai dengan aturan, memungut pajak, apa saj yang harus dipungut pajak dan seterusnya. Pelatihan ini seyogyanya harus dilakukan secara berkelanjutan dan ada evaluasi. Dapat diikuti secara sungguh-sungguh oleh semua aparatur termasuk kepala desa.

Pelatihan berkelanjutan ini bisa berjalan baik jika kepala kampungnya juga mendukung dengan aktif, tetapi jika kepala kampungnya tidak bisa aktif, sudah bisa dipastikan aparaturnya tidak akan jauh hasilnya dari pola pikir kepala kampungnya. Mengapa demikian? Karena kepala kampung adalah panutan, sedangkan tidak semua aparatur itu dengan senang hati atau iklas berkeinginan mencari ilmu. Sebagian ada yang enggan belajar, ada yng merasa tidak perlu belajar.

Pembinaan Berkelanjutan Aparatur Desa, diisi dengan materi TIK dasar dan penginputan data (Dokumentasi : desa.id, Foto by : TM)

 

Kesuksesan terbesar adalah jika komandonya ikut berjalan beriringan dengan yang dipimpinnya.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan