Inovasi Tani “LAMUNAN DI TENGAH KEBUN, TENTANG MASA LALUKU BUAT ADIK-ADIK PEMILIK MASA DEPAN NEGERIKU

Sejenak pagi..

LAMUNAN DI TENGAH KEBUN, TENTANG MASA LALUKU BUAT ADIK – ADIK PEMILIK MASA DEPAN NEGERIKU

Oleh : Wayan Supadno/Pak Tani

Pagi ini saya terbangun jam 4.20 pagi, terasa tenang nyaman sejuk karena tadi malam hujan deras di Pangkalambun sekitarnya, seusai senam gerak badan saat sambil ngopi hangat saya duduk melamun teringat masa lalu, masa di mana saya saat itu benar – benar dari nol tapi punya mimpi harapan besar yang bernama passive income (usaha tanpa disentuh sekalipun tetap produktif, sekalipun saya tinggal sibuk dinas tetap menghasilkan rejeki halal).

Tteringat masa lalu karena kemaren pagi saat turun dari taxi di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng langsung disapa mesra dengan julukan ” Pak Wayan Karung Bekas ” oleh seorang mantan Pejabat Asisten/Sinder kebun di PTP 8 Pematang Siantar Sumut.

*Kali ini saat saya membuat tulisan ini dengan besar harapan agar adik – adik yang punya cita – cita mulia dan bermanfaat besar buat umat banyak tidak ciut nyalinya karena sementara waktu ini adik – adik ada yang belum punya modal dana jumlah banyak.*

Pendek cerita, saat saya belajar usaha di luar jam dinas TNI sebagai Prajurit, saya dipercaya/dipinjami dana Rp 50 juta tanpa jaminan apapun juga, sekali lagi dipercaya tanpa janinan apapun juga hanya karena saya pernah cerita apa adanya latar belakang maksud tujuan saya belajar usaha jual beli karung bekas, dana pinjaman itu tanpa bunga oleh Pemilik Kilang Padi CV Niaga di Bukit Maraja Pematang Siantar, dibatasi selama 1 tahun. Dampaknya saya bisa menabung dari hasilnya.

Begitu juga seusai saya bisa menghabiskan karung bekas milik bebeeapa gudang besar di pabrik – pabrik teh dalam lingkungan PTP 8, sekitar 7 bulan prosesnya karena jumlahnya teramat banyak hingga mendekati 1 juta karung bekas.

Lalu, saya melihat di Kebun Bah Butong dan Bah Birong Ulu mau mengadakan peremajaan kebun teh nya, mau ditanam sawit dan teh kembali, sebagian habis d land clearing dengan alat berat excavaror kayunya pada dibakar. Spontan saya tawarkan ke Kilang Padi CV Niaga dan Pabrik Tapioka PT Bumi Sari Prima keduanya di Pematang Siantar.

Ternyata permohonannan saya diterima, dengan syarat diuji dulu nasing – masing pabrik 1 truk, ternyata bisa untuk pemanas steam boiller, kontan semua rencana land clearing teh saya borong saya larang dibakar semua saya minta, Pejabat Administratur (Adm/Manajer Kebun) senang sekali, bahkan saya dibantu menacrikan truk karena saya sibuk dengan kedinasan saya sebagai Pelatih dan Guru Militer di Rindam I/BB.

Praktis saya punya passive income selama 1 tahun dengan jumlah banyak bagi ukuran saya, tidak harus sibuk terlibat tapi usaha tetap jalan tiap hari tak kurang dari 5 truk bisa menjualkan kayu teh untuk bahan bakar di kilang padi dan pabrik tapioka.

Pura – pura miskin….
Karena usaha karung bekas, pinang dan kayu teh berjalan 1 tahun lebih otomatis laba saya cukup banyak, terakumulasi jadilah deposito dan investasi kebun agar kolektif produjtif, bahkan mestinya jika saat itu saya mau beli mobil 2 unitpun bisa, tapi saya tidak melakukan itu. Karena menjaga stabilitas kenyamanan lingkungan, doktrin di TNI agar hidup bersahaja.

Semoga dengan seruas kisah nyata apa yang saya alami ini bermanfaat utamanya buat adik – adikku, ingat Bangsa kita kekurangan jumlah pengusaha sangat banyak sekali, saat ini hanya 3,1% saja, Malaysia 5%, Thailand 4%, Singapura 8%, Jepang l0% dan Amerika 12%.

Padahal pemgusahalah pencipta lapangan kerja, lokomotif perekonomian nyata, pencetak pajak dan devisa kita, terpentingnya pengusahalah penggerus angka rasio gini (kesenjangan sosial ekonomi masyarakat) tentu masih banyak lagi peran maupun fungsinya. Sesungguhnya peran itu berat tapi menyenangkan sekaligus membahagiakan.

Sisi lain lagi pengangguran kita menurut BPS berjumlah 7 juta lebih, dengan komposisi lulusan perguruan tinggi sekitar 800.000 orang (12%) dan dari tahun ke tahun makin banyak saja proporsinya, kenyataan ini butuh antisipasi secepatnya, langkah konkritnya upaya makro kebijakan maupun mikro dari yang bersangkutan.

Data di atas juga bisa terdekteksi dari naiknya yang begitu tajam jumlah pelamar menjadi CPNS, naiknya hingga 1,3 juta orang dalam setahun terakhir ini, tahun 2017 hanya 2,4 juta tapi tahun 2018 sudah 3,7 juta orang pelamar CPNS.

Salam kemandirian 🇮🇩
WS/Pak Tani

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan