PROBLEMATIKA DUNIA KELAPA DALAM DILEMATIKA

Proses Packing Kelapa ( Dok. desa.id, Foto by : TM)

PROBLEMATIKA DUNIA KELAPA DALAM DELIMATIKA

Oleh ; Wayan Supadno/Pak Tani

dwimulyo.desa.id | 20-10-2018
Jika kita ingat masa naiknya dolar tahun 1998 para petani komoditas ekspor pada riang gembira karena sekejap makmur sejahtera, baik itu sawit karet kelapa kakao dan lainnya. Itulah jaman itu.

Beda lagi dengan sekarang, asimettis adanya, banyak komoditas ekspor harganya nyungsep mendarat hingga pada harga pokok produksi misal karet sawit kelapa rempah dan lainnya. Dampak pasar global, katanya.

Dunia kelapa kita..
Sekitar 5 tahun terakhir ini, bagai naik daun saja mulai baru petik hingga ratusan produk inovasi turunannya, bahkan 1 tahun silam saya melihat di Kalbar dan Jambi bagaimana ratusan kontainer antri muat kelapa glondongan mau langsung dikirim ke RRC sana, bahkan ironisnya kabar dari sahabat yang biasa suplai ke RRC, di sana pabrik olahan kelapa makin memjamur dan membesar saja, total bahan baku dari Indonesia.

Sebaliknya..
Industri kelapa olahan di Indonesia banyak yang mengeluhkan kekurangan bahan baku, akibat ” kalah bersaing ” mendapatkan kelapa dari masyarakat sekitarnya.

Ibaratnya, satu sisi harga kelapa langsung ekspor glondongan petani dapat harga bagus cepat makmur, tapi satu sisi lagi industri kita mabuk kepayang bisa terancam gulung tikar melakukan PHK karyawan jumlah besar.

Itu semua karena inovasi yang belum membumi, karena kumpulan biaya produksi kita masih jauh lebih mahal dari RRC, pendek kata kita kurang kompetitif.

Padahal, luas kelapa kita 3,6 juta ha ( dulunya ), 3,4 juta ha (sekarang), itupun dominan milik rakyat 94% penting kita syukuri banggakan dan sayangnya mayoritas usia tua saatnya sekarang juga peremajaan, jika tidak maka konsekwensinya beberapa tahun ke depan produksi kelapa nasional bisa turun drastis. Setudaknya makin mahallah biaya produksinya karena tingginya pohon.

Jutaan butir kelapa yang kita eksport cetak devisa akan drastis berkurang, salah 1 sumber ancaman cadangan devisa kita, hanya saja kita mau atau tidak bijak cerdas mengantisipasinya.

Untuk itu..
Penting kita menggaerahkan tanam kelapa dan hilirisasi inovasi turunan kelapa dan yang terpenting lagi ” Membangun SDM Muda sebagai Pelaku Utamanya baik hulu di lahan atau hilir di industrinya “.

Salam 🇮🇩
WS/Pak Tani

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan