GURU SANG TRANSFORMER

Membaca, Semangat, dan Perencanaan adalah beberapa kunci dalam upaya memasuki dan menjadi bagian dari perubahan ( Dok. desa.id, Foto by : TM)

dwimulyo.desa.id I 19-10-2018. Guru sekarang ada didua generasi, generasi instan generasi digital, generasi millenial dan generasi mesin ketik, generasi alam, yang penuh dengan permainan-permainan di alam yang sangat indah, meskipun generasi sekarang juga tidak kalah indah. Artinya Guru sekarang berada dimasa transisi, yang penuh akan perubahan, penuh akan perbedaan, penuh akan akselerasi perkembangan teknologi informasi, yang secara langsung maupun tidak langsung berdampak dengan proses mendidik guru kepada siswa-siswanya.

Beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh pendidik adalah :
1. Mengikuti perkembangan atau menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari tugas dan kehidupan sehari-hari dengan perkembangan itu sendiri.
2. Memiliki langkah dan konsep yang jelas dalam menyikapi perkembangan yang sarat dengan perubahan.
3. Dapat memanfaatkan perkembangan teknologi menjadi sarana dalam mendidik siswa-siswanya, sehingga dapat dengan arif dan bijak dalam memasuki menjadi bagian dari jaman yang serba instan ini.

Langkah-langkah yang mungkin dapat ditempuh adalah, bagi seorang pendidik adalah :
1. Ubahlah diri kita sekarang juga Sebab bila kita mengubah keyakinan kita maka kita akan mengubah pikoran kita, bila kita mengubah pikiran kita, maka kita akan mengubah harapan-harapan kita. Bila kita mengubah harapan-haran kita, maka kita akan mengubah sikap kita. Bila kita mengubah sikap kita, maka kita akan dapat mengubah tingkah laku kita. Bila kita dapat mengubah tingkah laku kita, maka kita akan dapat mengubah kinerja kita. Jika kita mampu mengubah kinerja kita, maka kita akan mengubah nasib kita. Jika kita mampu mengubah nasib kita, maka kita akan dapat mengubah hidup kita.
2. Perubahan Pasti Terjadi
Semua berjalan semua berputar dan semua berubah, jika ada yang tidak berubah hanya perubahan itu sendiri dan Allah. Perubahan tak bisa dihindari. Maka mari kita nikmati perubahan itu sendiri. Karena perubahan itu sebenarnya peluang bagi kita untuk menawarkan inovasi-inovasi yang baik. Tetapi dalam Mastering Change, The Key to Business Success, karya Leon Martel, mencatat tiga Perangkap Perubahan yang sangat patut diwaspadai :
1. Keyakinan bahwa solusi masa lalu akan dapat menyelesaikan problem masa kini.
2. Keyakinan bahwa tren yang terjadi sekarang akan terus berlanjut.
3. Mengabaikan peluang yang akan terjadi dimasa yang akan datang.

Ketidakmampuan dalam mengenali perubahan inilah yang akan menyebabkan kegagalan yang kita alami.

Kemampuan mengenali perubahan adalah langkah yang harus kita pahami sebagai seorang agen perubahan, seorang transformer.

Dalam sebuah buku yang membahas tentang perubahan, ada cara praktis dalam memulai perubahan, dengan menggunakan Formula 4 BERANI (4B) :
1. Berani untuk memutuskan kemana arah perubahan yang kita inginkan.
2. Berani memutuskan apa saja yang akan kita ubah.
3. Berani berjanji pada diri kita untuk terus menjaga keputusan perubahan tersebut.
4. Berani menerima resiko sebuah keputusan.

Guru sebagai pendidik, sudah selayaknya mampu mengenali perubahan, menjadi bagian dari perubahan, bijak dalam perubahan, dan mampu memberikan manfaat kepada lingkungan dari perubahan tersebut.

Sebagai perangkat yang dapat mempengaruhi guru Dinas Pendidikan bisa berkolaborasi dengan Dinas Kekominfo, sebagai langkah akselerasi penguasaan IT untuk para pendidik, seperti yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan melakukan advokasi dalam rangka penguatan jaringan internet perpustakaan. Ini adalah wujud kongkret bahwa sebenarnya kita bisa terintegrasi mewujudkan mimpi-mimpi yang akan membawa kita kepada kesiapan akan perubahan yang lebih baik.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan