JANGAN MERAMPAS HAK ANAK MENAGATASI KESULITAN KEPADA ANAK-ANAK

Sejenak pagi…..

JANGAN MERAMPAS HAK PROSES MENGATASI KESULITAN, KEPADA ANAK – ANAK KITA

Oleh : Wayan Supadno/Pak Tani

Yang kesekian kalinya saya mengutip isi beberapa buku bahwa, ” Maju mundurnya perekonomian sebuah Bangsa sangat dipengaruhi oleh seberapa banyak Wirausahawan/Pengusaha yang ada pada Bangsa tersebut, makin banyak maka makin cepat majunya “, jika Pengusaha Mudanya makin banyak maka makin cerahlah di masa depannya Bangsa tersebut.

Cukup tersita pikiran saya tat kala membaca sebuah berita bahwa jumlah pelamar CPNS kita naiknya 1,3 juta orang dalam tahun ini dibanding tahun sebelumnya, tahun 2018 jumlahnya tertinggi yaitu 3,7 juta padahal tahun 2017 hanya 2,4 juta saja, tertinggi sepanjang sejarah, banyak pihak berhipotesa sebabnya kurang berhasilnya dunia pendidikan kita untuk mendorong anak didik kita menjadi insan mandiri/wirausahawan, pihak lain lagi mengatakan dianggap karena iklim usaha kita tidak sehat.

Saya tidak tahu mana yang salah dan benar, 2 kubu yang saling menunjuk tersebut, menurut saya yang paling benar adalah semua mawas diri agar tahu diri, lalu berbenah diri.
Yang saya tahu juga bahwa biasanya jika kita menunjuk 1 jari ke pihak lain tentu masih ada 4 jari lagi buat dirinya sendiri.
Hehe..

Terus saya jadi ingat..

1. Masa kecil saya, saat orang tua membajak sawah atau pekerjaan lainnya, saat dapat belut di sawah lalu saya minta, kadang dilepas ulang di tengah sawah oleh orang tua saya, dan saya disuruh menangkapnya kembali akhirnya dibawa pulang jadi lauk pauk gratisan yang nikmat berkat sebuah proses kesulitan menangkapnya.

Hingga sekarang rasa nikmat proses mengatasi kesulitan menagkap belut masih terasa nikmat, apalagi sambal belut kemangi ala bumbu pedesaan.
Hehe…
Hem.

2. Beberapa kali saya dapat rombongan tamu anak muda sekitar 6 orang masih mahasiswa Universitas Swasta Hebat walaupun relatif baru di sekitaran Bumi Serpong Damai (BSD), saya anggap hebat karena targetnya anak didik kelak harus benar – benar jadi pengusaha, mereka tahu saya dari google, mereka mau mewawancarai hal proses kisah usaha saya pada agribisnis.

Sebelum saya mau diwawancarai saya minta sayarat yaitu agar mereka mau membeli produk saya Bio EXTRIM dan HORMAX maupun Bibit Tanaman Buah Inovatif maupun Kelapa Genjah, saya minta agar mereka membeli dan menjualnya kembali ke pihak lain serta mutlak mesti dapat laba.

Saya sengaja agar mereka dapat menikmati proses mengatasi kesulitan juga menikmati hasilnya, berlaba dan bermanfaat nyata.

3. Anak kandung saya si gadis bernama Ayu Mega Suryanti Klas 3 SMA, kebetulan jadi salah 1 pengurus OSIS sekolahnya di Kota Wisata Cibubur, 1 tahun ini selalu secara berkala mencari uang bersama temannya 7 orang dalam group kecil, kadang menyuci mobil milik orang lain, kadang termasuk milik saya, kadang juga jualan minuman kaleng atau apapun juga itu, asal halal.

Ternyata dana tersebut dikumpulkan akan dibuat acara Malam Kesenian di sekolahnya tiap 6 bulan sekali, Gurunya melarang minta sumbangan ke manapun juga dianggap membangun karakter peminta, harus dari proses mencari sendiri dalam kelompok kerja.

Bagi saya ini menarik. Juga sebuah tuntunan proses mengatasi kesilitan demi suksesnya sebuah cita – cita Malam Kesenian, tapi swadaya tanpa segala bantuan sosial/subdisi dari orang tuanya, sekalipun orang tua mereka saya yakin pada berada ekonominy karena tinggal di perumahan cukup sehat.

4. Beberapa minggu lalu saya lagi sibuk mencari membeli Sapi Bali sedang bunting, saya berpesan kepada orang – orang lapangan agar memberikan prioritas suppliernya kepada mahasiswa Peternakan Univ. Antakusama Pangkalanbun Kalteng.

Ini bagi saya kebahagiaan tersendiri, mereka anak – anak muda agar menikmati proses mengatasi kesulitan mendapatkan Sapi Bali yang pasti sedang bunting lalu dijual lagi ke saya dengan pasti harus dapat laba. Bagi saya dapat manfaat nyata khusus yaitu tak lama lagi beberapa ekor sapi beranak. Menyenangkan sekali.
Hehe..

Semoga dengan kisah – kisah di atas, bisa kita ambil hikmahnya, betapa sesungguhnya sangat berharganya fase proses mengatasi kesulitan masalah hingga tuntas, sehingga patut jadi pertimbangan kita, agar kita sebagai orang tua tidak suka merampas haknya karena keberadaan kita, syukurlah jika kita sengaja cipta kondisi memberi ruang gerak hal itu kepada mereka.

Salam Pemuda Mandiri 🇮🇩
WS/Pak Tani
WA 081586580630

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan