GURU FLEKSIBEL TERHADAP PERUBAHAN

dwimulyo.desa.id.  I 19-10-2018.  Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, jika kaum tersebut tidak mengubah nasib mereka sendiri. Q.S. Ar Ra’du (13) 11.

Setiap manusia memiliki cerita sendiri-sendiri tentang masa lalunya. Berbagai cerita masa lalu tentang kegelapan, kesedihan yang tiada tara, maupun tentang cerita segudang kesuksesan, keberhasilan, semangat dan lain-lain. Semua cerita tersebut dapat berupa sesuatu yang membanggakan dan sesuatu yang memilukan.

Namun secara umum kita semua berharap apa yang kita lalui sekarang, apa yang sedang kita alami sekarang lebih indah dari masa lalu. Apa yang sedang kita alami hari ini kalau bisa adalah sesuatu yang lebih baik dari peristiwa yang terjadi atau yang kita lalui dihari kemarin.

Tidak kalah banyak juga yang berharap untuk masa depan lebih gemilang, dari apa yang sudah maupun yang sedang kita alami sekarang.Semua orang pasti memiliki harapan yang sama. Hanya permasalahan utama adalah manusia masih hanya sekedar berharap atau sekedar memiliki harapan, belum sampai pada melakukan sesuatu untuk memperoleh harapan tersebut.

Mengapa kita perlu mempelajari masa lalu? Inilah yang diperlukan, dari masa lalu adalah sesuatu yang dipelajari sebagai pedoman dalam menentukan langkah untuk diterapkan dimasa mendatang. Sementara banyak diantara kita yang masih nyaman tak mau bergerak dari zona nyaman, meskipun kita ketahui zona itu tidak memungkinkan membawa kita kearah yang lebih baik lagi. ada akhirnya yang timbul hanyalah penyelasan yang berkepanjangan.

Vicky Hitges, seorang motivator mengatakan “Bila Anda melihat ke belakang tentang kehidupan yang telah Anda jalani, apa yang akan Anda katakan? Apakah Anda mengatakan ,”Ah, seandainya saja hal itu sudah saya lakukan” atau “Aku sangat beruntung hal itu sudah saya lakukan”, Saya sangat yakin Anda memilih kalimat “Aku sangat beruntung hal itu sudah aku lakukan sekian tahun yang lalu”.

Andalah yang mengetahui mana yang lebih sesuai dengan diri Anda.

Teman-taman yang baik, tahukah Anda satu diantara ciri Pemenang Sejati yang merupakan pemenang hari ini dan masa depan adalah yang memiliki jiwa pioner, jiwa pelopor, atau istilah sekarang Path Finding (Peretas Jalan) yaitu kemampuannya melakukan sesuatu yang dasyat, baik, benar, dan bermanfaat sebelum orang lain berfikir dan melakukan kearah itu.

Sesuai dengan perintah dalam Islam, agar kita berupaya mengubah nasib kita, karena sesungguhnya diri kitalah sebagai pengubah masa depan kita. Bergerak dari zona nyaman untuk menuju gerakan pembaharuan yang lebih sejahtera.

Masa sekarang, masa generasi instan, masa milenial, masa teknologi, maka sebaik-baiknya pendidik adalah mengikuti, mengejar, meraih ilmu-ilmu tentang penndidikan yang menunjukan kemajuan sekarang. Teknologi, informasi, media pembelajaran, dan lain sebagainya. Lebih sempit dpat diartikan bahwa guru di era sekarang harus mampu belajar dan terus belajar untuk menggunakan perangkat komputer atau laptop, paintab, proyektor, dan lain-lain. dan mampun menyajikan pembelajaran berbasis power point, animasi, dan pembelajaran berbasis video.

Perkembangan sumber ilmu yang sekarang sudah bukan merupakan masalah bagi guru, ini memberi dampak yang cukup signifikan terhadap perkembangan keterampilan guru. Pertama guru akan semakin sulit ketika sumber belajarnya hanya dari buku, sedangkan siswa sudah menjelajah internet. Kedua dalam perkembangannya guru sekarang sudah tidak hanya sekedar pandai memanfaatkan internet, mengajari memanfaatkan internet sehat, tetapi lebih dari itu saatnya kaum intelektual ini berkiprah didunia maya. Bukan lagi seorang guru mengakses internet saja, tetapi sudah saatnya guru berani untuk diakses oleh orang lain. Menggunakan daya pemikiran yang secara terus menerus itulah sebenarnya tujuan dari semua itu. Artinya bahwa guru adalah manusia pembelajar. Tak pernah takut akan sebuah perubahan.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan