BEDANYA PELAMAR FASILITAS KREDIT BANK DENGAN PELAR ASN/PNS

_*Sejenak malam…*_

*” BEDANYA ANTARA PELAMAR FASILITAS KREDIT BANK DAN PELAMAR JADI ASN/PNS “*

_*Oleh : Wayan Supadno/Pak Tani*_

Tiga hari lalu saat saya pulang dari Kebun Kalimantan kebetulan duduk berdampingan dengan 2 orang yang kerja di salah 1 bank, kesempatan ini saya manfaatkan diskusi sepanjang perjalanan di atas pesawat, menggali ilmu tentang perbankan umum maupun syariah.

Katanya kerja di bank bagian analis kredit, mau cek lokasi jaminan/kolateral dan sumber pendapatan untuk pengembaliannya ke depan terhadap salah 1 pelanggannya, katanya mau mendanai fasilitas kredit di atas Rp 30 milyar, dengan jaminan kebun dan rumah pribadinya.

Pendek kata, dana tersebut adalah dana milik masyarakat yang dipercayakan ke bank dalam wujud tabungan maupun deposito, lalu oleh bank dipercayakan lagi kepada para pengusaha agar diberdayakan secara nyata lapangan agar lebih produktif, jika bank dapat laba 4% saja/tahun maka Rp 1,2 milyar/tahun, karena bunga tabungan dan deposito rerata 5% plus biaya lainnya jadilah nila bunga pinjaman.

Peran pengusaha ikut menyertakan dana tersebut dalam usahanya yang sudah biasa dijalankan tinggal pengembangan, jika pengusahanya dapat margin profit bersih 4% juga setahun maka juga dapat laba berdih Rp 1,2 milyar/tahun, itulah contoh nyata nilai dari sebuah kepercayaan. Artinya setara Rp 100 juta/bulannya.

Kebanyakan masyarakat melihat seseorang hanya 1 situasi saja saat sukses, bukan situasi saat merintisnya atau situasi saat mengahadapi kesulitan, kita bayangkan saja saat kita jualan kadang begitu sulitnya untuk dipercaya agar ada pembeli, begitu juga saat menanam kadang mesti menunggu bertahun – tahun harus sabar agar cepat berbuah.

Artinya lagi, jika pengusaha tersebut tanpa dapat fasilitas kredit/kepercayaan bank maka tanpa dapat pemasukan tambahan sebesar Rp 1,2 milyar/tahun, itu sama halnya dengan melipatgandakan apresiasi nilai tambah atas asetnya dan gaerah usahanya, memanfaatkan dengan sebaik – baiknya arti dari sebuah kepercayaan.

Orang – orang bank tersebut juga mengisahkan bahwa mitra bisnisnya yang mau dapat fasilitas kreditnya juga bermula dari kecil sekali, hanya buka kebun skala sekitar belasan hektar saja, sekarang jadi besar lalu mau berkembang jadi supplier /vendor sawit ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS), itulah sebab cari pinjaman untuk modal kerjanya.

Sepintas menyenangkan, betapa banyak masyarakat telah tertanpung dapat pekerjaan di dalam usahanya, betapa luasnya lahan yang dulunya hanya jadi semak belukar jadi produktif bersama masyarakat luas, betapa besar perannya menggerakkan ekonomi riil dana tabungan maupun deposito pasif diaktifkan agar lebih produktif lagi, dan seterusnya.

Sayangnya…
Jumlahnya ada hanya seribu satu saja itu ibaratnya, lebih detail lagi kok makin banyak lagi data yang mau jadi PNS/ASN, fenomena ini mesti jadi bahan kajian kita bersama, kita tahu siapa saja yang biasa daftar mau jadi PNS/ASN dan siapa saja yang daftar mau dapat fasilitas kredit bank, kelak 2 sisi ini out put nya beda setelah 5 tahun lagi, apalagi jika terus terakumulasi dan 15 tahun lagi.

Dari kisah ini, baik banyaknya pelamar PNS/ASN dan pelamar fasilitas kredit bank, hikmahnya cukup banyak bagi kita. Kita bisa menebak apa yang akan terjadi, kita bisa tahu juga dampak paralelnya secara bersama.

Selamat merenungkan jadi bahan pembelajaran menggaerahkan dunia usaha pada generasi muda kita..

Salam 🇮🇩
WS/Pak Tani

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan