BEBASKAN DIRIMU DAN DIRINYA

๐ŸƒHalaman Perpustakaan Anugrah Dwimulyo (dok.desa.id, Foto by : TM)๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู
Sejenak Pagi:
BEBASKAN DIRIMU DAN DIRINYA

dwimulyo.desa.id | 14-10-2018. Apakah bisa bagi manusia seperti kita untuk memaafkan orang yang telah berbuat salah pada kita dan melupakan perbuatannya? Pasti bisa! Karena akhlak yang demikian diperintahkan oleh Alloh, dan Alloh tak akan membebani suatu perintah kecuali sesuai dengan kadar kesanggupan manusia.

โ€œJadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang maโ€™ruf, serta berpalinglah dari orang-orang bodoh.โ€
(Surat Al-Aโ€™raf : 199)

Cobalah melupakan kekhilafan orang lain, karena setiap manusia pasti pernah salah. Menyimpan dendam tidak akan memperbaiki masa lalu, justru dengan melupakan bisa memperbaiki masa sekarang.

Karena mereka yang melupakan dan memaafkan orang lain, telah membuktikan kepatuhannya kepada perintah Alloh dan kecintaannya kepada Rasululloh.

Bukankah Rasululloh dianiaya oleh penduduk Thaif, tetapi beliau memilih untuk memaafkan dan melupakan. Bahkan lebih dari itu, Rasulullah juga mendoakan semoga dari keturunan mereka lahir orang-orang beriman.

Ingatlah orang lain juga punya keinginan untuk berubah menjadi lebih baik, sama seperti kita. Orang lain juga senantiasa berusaha untuk dikenal kebaikannya, sama seperti kita.

Maka jangan penjarakan niat mereka dengan dendam yang kita miliki. Bebaskan! Maafkan! Lupakan!

Ada sebuah kisah unik berkaitan dengan hal ini. Ceritanya, seorang warga Spanyol bernama Mario Gonzalez terlilit utang. Ia lantas menjual rumahnya untuk membayar utang tersebut. Rupanya berita itu dimuat koran lokal La Vanguardia.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 2009, Gonzalez secara tak sengaja melihat edisi digital dari koran itu di Google, rupanya berita memalukan tersebut masih dapat dibaca di Internet.

Gonzalez keberatan karena kesalahannya masih saja diingat-ingat meski hanya di dunia maya. Ia ingin dilupakan dan dimaafkan. Ia meminta Google untuk menghapus namanya dari mesin pencarian.

Awalnya Google menolak, tetapi begitu kasus ini dibawa ke pengadilan, Google dinyatakan kalah dan diwajibkan mengabulkan permintaan Gonzalez.

Begitulah setiap manusia tidak ada yang menginginkan ia dikenal dengan kesalahannya. Termasuk kita. Maka mari kita mulai dengan melupakan kesalahan orang lain. Agar kelak orang juga tidak mengingat-ingat terus kesalahan kita.

Semoga kita bisa terus istiqomah beribadah dg penuh keikhlasan berharap ridho Alloh.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
๐Ÿ˜Šโค๐Ÿ‘

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan