GURU, PEMBELAJAR DIERA MILLENIAL

Kegiatan Guru Untuk Menulis seharusnya sudah menjadi kewajibannya diera millenial ini (Dok. desa.id, Foto By :TM)

GURU, PEMBELAJAR, DAN MILLENIAL

dwimulyo.desa.id I (13-10-2018) Menghadapi akselerasi teknologi di era millenial yang serba instan ini, kerap kali kita dihadapkan kepada permasalahan yang cukup bisa mengelus dada, banyak tantangan yang semestinya kita bisa lewati dengan santai ternyata harus dengan cucuran keringat dan materi yang tidak sedikit untuk menghadapinya.

Hari ini, perkembangan desa sudah kian maju karena dana desa, sementara sekolah belum bisa semaju desa dengan dana BOS nya. Ini adalah kesimpulan yang terlalu dini saya sampaikan, tetapi cukup beralasan karena desa memiliki dana desa yang notabene berlipat dari dana BOS.

Tetapi diera milenial ini, adalah era yang serba cepat, setiap orang dituntut untuk cepat tanggap dan cepat bergerak, cepat dalam mengembangkan diri, sebagaimana cepat lajunya perkembangan teknologi, khusunya TIK.

Website, Blogspot, WordPress atau yang lainnya, Guru mulai harus menggunakannya (Dok.desa.id, Foto by : TM)

Guru adalah sumber belajar, sekarang mulai bergeser menjadi teman belajar, karena sebagian besar siswa telah banyak tahu dari internet apa yang dibahas guru. Ini berkas kecepatan informasi yang beredar, dalam hitungan detik telah menyebar dan terserap. Guru dalam posisi kejar tayang atau pasrah dalam ketertinggalannya.

Tanggung jawab sebagai manusia pembelajar, Guru memiliki peluang mendahului atau setidaknya mengimbangi perkembangan agar seorang guru memiliki rekam jejak dalam melakukan pembelajaran.

Guru sebagai Manusia Pembelajar diera Millenial ini mulai ditantang untuk tidak sekedar mengakses sesuatu dari internet, tetapi sudah saatnya dapat diakses oleh orang lain melaui internet.

Apa yang melatarbelakangi saya berpendapat seperti itu, berpendapatbahwa kita harus sudah mulai diakses oleh orang lain (melalui Website, Blogspot, WordPress dll) ini ada beberapa alasannya yang bisa dijadikan pertimbangan :
1. Mudah dibuat
2. Sarana Publikasi
3. Sarana Sosialisasi
4. sebagai stimulan untuk terus berfikir dan berkarya. Ini yang terpenting bagi seorang guru. Karena guru yang inovatif, kreatif akan terus berfikir untuk mengembangkan diri dan memublikasikan dalam bentuk website.

Sekolah sebagai wadah dalam menampung guru dan siswa sebagai manusia pembelajar diera mellenial ini sudah saatnya membuatkan wadah untuk menampungnya.

Semoga bermanfaat.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan