APARATUR YANG SEHATI DAN PRESTASI

Pemimpin adalah Kebersamaan (Dok.desa.id, Foto by : TM)

dwimulyo.desa.id  / (13-10-2018)  Kampung adalah sebuah wadah yang harus dikelola  oleh beberapa orang dengan pimpinan kepala kampung. Kampung adalah wilayah yang dikelola oleh beberapa orang yang juga dibawah pimpinan seorang kepala kampung.

Kepala kampung memiliki beberapa bawahan ada Juru tulis, Kepala urusan, dan Ketua wilayah Rukun Tangga. Namun lebih dari itu ada juga ketua RT dan beberapa lembaga kampung yang semuanya masih dibawah pimpinan kepala kampung atau sebagai mitra kepala kampung.

Dalam kenyataannya jika kampung dipimpin oleh seorang kepala kampung dan melakukan kegiatan yang disepakati dapat berjalan lancar dan sukses dan dapat memberi dampak kepada kemakmuran masyarakatnya, adalah impian semua pemimpin dan semua yang dipimpinnya. Akan tetapi yang terjadi di dalam pemerintahan tidak semuannya dapat berjalan seperti itu.

Ada beberapa kendala yang dihadapi, oleh kampung berkaitan dengan tindakan yang dapat menghambat lajunya kegiatan dalam kepemerintahan, seperti :

  1. Tidak memahami kalau dirinya tidak memahami

Ini golongan yang paling sulit dikasih tahu, dia seolah-olah tahu padahal tidak tahu. Diberi tahu tidak mau karena dalampemikirannya dia sudah tahu. Membantah dengan ketidaktahuannya. Ganti menyalahkan orang yang memberi tahu.

Sikap yang demikian hampir disetiap kampung ada, resiko terbesarnya adalah dia akan ikut menjelek-jelekan pemimpinnya jika ada yang tidak cocok dengan kemaunya.

Seleksi pertama adalah ini harus dihindari, tetapi jika orang seperti ini terlanjur terpilih letakkan dibagian yang tidak terlalu membawa resiko terhadap kampung, tetapi jika sudah terlanjur masuk kedalam jajaran kedudukan yang cukup setrategis, maka harus banyak pendampingan.

2. Tidak memahami kalau dirinya memahami

Ini kelompok yang tidak terlalu berbahaya, meskipun dia tidak memahami tetapi yang dia lakukan tidak membahayakan satu kelompoknya, karena yang dia lakukan adalah hal yang benar karena dia telah memahami.

3. Memahami kalau dirinya tidak memahami

Kelompok ini adalah kelompok yang cukup baik, karena dia menyadari bahwa dia kurang cakap, ada dua tindakan yang diperlukan dengan cara melatihnya secara terus menerus sampai menjadi memahami. Atau menempatkan pada posisi yang menjadi kesanggupannya.

4. Memahami kalau dirinya memahami

Ini adalah yang terbaik, karena kelompok ini memahami bahwa dia memahami segala sesuatunya. Mudah diarahkan, mudah bekerjasama, saling mengisi dan melengkapi, saling bahu-membahu, saling menutupi, saling membutuhkan, saling mengingatkan, saling asih, asah, dan saling asuh.

Demikian ketiaka, semua pamong sebuah kampung memiliki sikap seperti pada nomor empat diatas maka kampung akan cepat berkembang, cepat maju, cepat berprestasi, cepat untuk mewujudkan kesejahteraan.

Marilah kita belajar untuk memahami diri kita, agar kita bisa tahu bahwa kita bisa, bisa tahu bahwa kita tidak bisa.

Marilah kita belajar agar kita mampu mengenali diri kita sendiri, mampu merasakan bahwa kita belum bisa, mampu merasakan bahwa kita sudah bisa.

Marilah kita banyak mengoreksi diri kita dan mencoba terus menampakkan sikap loyalitas kita kepada kampung dan pimpinan, karena kita harus mampu mengelola secara mandiri kampung kita.

Marilah kita sejahterakan masyarakat bersama kesejahteraan kita. Dengan cara terus-menerus belajar tanpa ada rasa lelah, totalitas, selalu berguru, tidak merasa cepat bisa, tidak merasa cepat puas, tidak merasa bahwa bahwa kita memiliki kelompok sendiri dengan membentuk kelompok sendiri yang kita susun untuk menjadi lawan kepada kepala kampung.

Semua akan terwujud, jika kita saling menyadari bahwa belajar itu melelahkan, bukankah sesudah dikatan oleh Imam Syafii bahwa “Barang siapa tidak sanggup menanggung lelahnya belajar, maka harus sanggup menanggung lelahnya penderitaan”  seberapa banyak ilmu kita, seberapa pandai diri kita, seberapa sempurna diri kita, hanya diri kita dan Allah yang tahu.

Marilah kita belajar bersama, ini kuncinya.

“mari kita tempatkan akhlak diatas ilmu”l

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan