PELATIHAN PENINGKATAN KAPASITAS FASILITATOR PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN UMUM TAHUN 2018

Kadis Arperpus Provinsi Lampung Ibu Herlina Warga Negara, S.E., M.M. (dok.desa.id. Foto by : TM)

dwimulyo.desa.id I 09-10-2018. Perpustakaan Nasional Indonesia mengadakan kegiatan Bimbingan dan  Pelatihan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Pengembangan Perpustakaan Umum Tahun  Pelaksanaan Bimtek ini diadakan di Swiss Bel Hotel Bandar Lampung.

Peserta bimtek ini adalah dari Dinas Arsip dan Perpustakaan di tiga kabupaten di Lampung, yakni Kabupaten Tulang Bawang tiga orang dan dari Perpustakaan Anugrah satu orang (diwakili oleh Sutrisno). Kabupaten Way Kanan empat orang, Kabupaten Lampung Tengah empat orang dan dari Perpusda Provinsi tiga orang.

Penyelenggaraan Bimtek ini dimulai dari tanggal 08 Oktober sampai dengan 12 Oktober 2018.

Kegiatan Hari pertama dibuka oleh Bu Herlina Warga Negara, M.M. Kadis Arperpus Provinsi Lampung. Beliau menyampaikan bahwa Perpustakaan itu sangat penting dan semua tatanan pemerintah wajib  perpustakaan. Bahkan sesuai edaran Gubernur Lampung Nomor 2251 Tahun 2017 setiap desa wajib menganggarkan  sebesar Rp48.050.000,00.

Pelatihan Fasilitator Pengembangan Perpustakaan Umum Tahun 2018 di Swiss Bel Hotel Bandar Lampung

Perpustakaan juga sangat penting, perpustakaan kedepan dituntut ikut mempersiapkan manusia inovatif dan manusia pembelajar. Tradisi Budaya Baca juga merupakan target secara umum perpustakaan, tradisi ini ditandai dengan masyarakat yang terbuka, adaptatif, dan bersosialisasi yang baik.

Penjelasan pada materi pertama oleh Ibu Dariati, seorang Tutor dari Semarang menjelaskan tentang Perpustakaan sebagai  perpustakaan insklusi sosial yang memiliki makna, sebuah pendekatan untuk membangun dan mengembangkan sebuah lingkungan yang semakin terbuka, mengajak masuk, dan mengikutsertakan semua orang dengan berbagai latar belakang, karakteristik, serta perbedaan-perbedaan yang lainnya.

Sedangkan menurut Bapak Sugiri seorang   dari Pati menjelaskan bahwa menurut Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 bahwa perpustakaan adalah diperuntukkan bagi masyarakat sebagai sarana belajar sepanjang hayat tanpa melihat status.

Bimtek ini adalah terobosan terbaru dari Perpustakaan Nasional untuk turut serta membangun masyarakat indonesia menjadi lebih sejahtera. Dengan program ini diharapkan bahwa Perpustakaan idealnya adalah pusat masyarakat mencari ilmu, pusat masyarakat menggali pengetahuan, pusat masyarakat mengembangkan potensi, pusat masyarakat mengembangkan keterampilan yang dimiliki. Sehingga pada akhirnya masyarakat dapat meningkatkan ekonominya melalui perpustakaan, pada akhisnya masyarakat akan menjadi masyarakat yang secara mandiri mampu mengelola dirinya menjadi manusia yang mandiri baik dari pola belajar sepanjang hayat maupun pola dalam mengembangkan kehidupanya sendiri.

Diharapkan melalui kegiatan ini akan ada perpustakaan yang dilengkapi dengan sarana internet, sarana keterampilan, dan bahan bahan pustaka yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat secara khusus maupun secara umum.

Diakhiri pada pertemuan pertama bimtek ini dengan penyampaian program perpustakaan Nasional bahwa untuk tahun 2018 dan 2019 akan ada program bantuan untuk 300 perpustakaan di 60 Kabupaten dan di 21 Wilayah Provinsi se Indonesia.

Hasil akhir yang akan dicapai adalah :

  1. Terlahirnya regulasi tentang perpustakaan disetiap jenjang pemerintahan.
  2. Peningkatan peran perpustakaan untuk memajukan masyarakat.
  3. Peningkatan akses pelayanan perpustakaan.
  4. Peningkatan kegiatan berbasis insklus  unsosial di perpustakaan.

Target secara umum lima tahun kedepa adalah terciptanya masyarakat yang sejahtera melalui revitalisasi perpustakaan. (TM)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan