SEDANG ASYIK TIDURPUN BISA MATI, APALAGI RUGI DALAM BERUSAHA

_*Sejenak sore…*_

*” SEDANG ASYIK TIDURPUN BISA MATI, APALAGI RUGI DALAM USAHA “*

_*Oleh : Wayan Suapadno/Pak Tani*_

dwimulyo.desa.id erjalanan saya 4 hari ini cukup dinamis, dari rumah di Kota Wisata Cibubur langsung ke Pangkalanbun Kalteng nginap 2 malam, lalu lanjut ke Banyuwangi nginap 2 malan juga, sambil kerja sambil lihat kampung halaman dan nengok mertua.
Istri jadi tertunda pulangnya ke Cibuhur karena masih kangen Orang Tuanya.
Jadinya saya pulang sendirian.
Hehe..

Kenapa dinamis, karena ada 3 orang anak muda mau jumpa saya bersama orang tuanya, mau meyakinkan orang tuanya bahwa dirinya mau jadi pengusaha agribisnis di luar jawa di Pangkalanbun Kalteng. Walaupun pada akhirnya yang bisa jumpa hanya 2 saja. Penuh semangat menggaerahkan.

Rencananya telah berulang tahun, seingat saya 3 orang tersebut 1 group medsos sesama member dengan saya, sejak tahun lalu asyik berencana dan berencana hingga rencana – rencananya berulang tahun. Tanpa langkah nyata.

Saya tak heran dengan situasi seperti itu, karena terlalu sering saya diminta jadi motivator pada berbagai acara, saat saya bertanya siapa yang mau jadi pengusaha sukses, semua angkat tangan tunjuk jarinya penuh semangat, semangat biasa jawab ” saya mau ! “.

Tapi, setelah saya sampaikan bahwa jika 6 tahun lagi kita reuni, lalu kita seleksi maka jadi 2 kelompok, 1 sukses jadi pengusaha sukses dan 1 lagi tidak . Sebabnya cuma 1 saja.
Kelompok yang sukses ‘ karena mau melangkah nyata memulainya “, kelompok yang gagal asyik berwacana dan berencana ria hingga berulang tahun berkali – kali.

Tanpa sadar bahwa karena melakukan itulah baru dapat kegagalan dan keberhasilan dalam rangkaian langkahnya, di situlah ilmu hikmahnya, lalu jadi bekal langkah – langkah berikutnya.
Karena saya yakin mereka hal teori sudah sangat mumpuni didapat di bangku kuliahnya.

Pengusaha ibaratnya hanyalah pembalap, takkan mungkin hafal anatomi maupun fisiolagi tiap komponen motornya, yang penting hal – hal prinsipnya, sendi – sendinya tahu dan mampu mengendalikan dalam keseimbangan.

Jatuhnya berkali – kali itulah proses pembelajarannya ilmu hikmahnya. Itulah sesungguhnya proses jadi pengusaha .

Ketakutan gagal dan rugi maupun bangkrut, itu hanyalah ilusi belenggu diri, harus bisa dilepas pada kesempatan pertama, dan hanya dirinya sendiri yang melepasnya, tak mungkin orang lain, karena pada hakekatnya *” motivator paling hebat adalah diri sendiri “.*

Semoga bermanfaat..

Salam hangat dr Bandara Banyuwangi 🇮🇩
WS/Pak Tani
WA 081586580630

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan