KISAH-KISAH PENUH HIKMAH “SOMBONG”

Kisah-Kisah Penuh hikmah

dwimulyo.desa.id.  I (05-10-2018). Suatu hari ditepi sungai Dajlah, Hasan Al Basri melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang perempuan. Disisi mereka tergeletak sebotol arak. Kemudian Hasan berbisik dalam hati. “Alangkah buruk akhlak orang itu, dan alangkah baiknya kalau dia seperti aku!”

 

Tiba-tiba Hasan Al Basri melihat perahu ditepi sungai yang sedang tenggelam. Lelaki yang duduk ditepi sungai tadi segera terjun untuk menolong penumpang perahu yang hampir lemas karena karam.  Enam dari tujuh penumpang tersebut dapat diselamatkan.

 

Kemudian dia berpaling ke arah Hasan Al Basri dan berkata “Jika memang engkau lebih mulia daripada saya, maka dengan nama Allah, selamatkan seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja, sedangkan saya telah menyelamatkan enam orang.”

 

Bagaimanapun Hasan Al Basri gagal menyelamatkan yang seorang itu.  Maka lelaki itu bertanya kepadanya, “Tuan, sebenarnya perempuan yang duduk disamping saya ini, adalah ibu saya sendiri, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa, bukan anggur atau arak.”

 

Hasan Al Basri tertegun lalu berkata “Kalau begitu sebagaimana engkau telah menyelamatkan yang enam orang tadi dari bahaya tenggelam didalam sungai, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dalam kebanggaan dan kesombongan.”

 

Lelaki itu menjawab, “Mudah-mudahan, Allah mengabulkan permohonan Tuan.”

 

semenjak itu Hasan Al Basri semakin dan selalu merendahkan hati bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yang tidak lebih daripada orang lain.

 

Jika Allah membukakan pintu sholat tahajud untuk kita, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang sedang tertidur pulas. Jika  Allah membukakan pintu puasa sunah untuk kita, jangan lantas kita memandang rendah saudara seiman yang tidak ikut berpuas sunah.  Bisa jadi orang yang gemar tidur dan jarang melakukan puasa sunah itu lebih dekat dengan Allah, dari pada diri kita. Ilmu Allah sangatlah luas.

 

Jangan pernah ujub, dan sombong, pada amalan-amalan yang telah kita kerjakan, karena bisa jadi ia lebih berbakti kepada orang tua dari pada kita. Bisa jadi ia baru rajin ibadah sunah dihari tuanya. dan sementara diri kita justru “menurun” disaat tua.

 

Bisa jadi ia memiliki hati yang bersih, yang tidak pernah iri dan dengki serta selalu memaafkan sesama saudara muslim. Sehingga Allah lebih menyayanginya daripada ke kita.

 

Maka dari itu, Nabi Khidir A.S. pernah berpesan “Engkau terjaga dipagi hari dengan penyesalan itu lebih baik, dari pada engkau terjaga dipagi hari dengan berbangga diri, karena amalan-amalan orang yang sombong, tidak akan naik kesisi Allah.” Astaghfirullah.

Semoga kita dijauhkan dari kesombongan dan selalu diberikan petunjuk oleh Allah SWT. Aamiin.

Dikutib dari : Kisah-Kisah Penuh Hikmah Version03. 2014

Halaman : 28 s.d 30.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan