BISNIS EMPIRIS DENGAN MODAL DENGKUL

Sejenak malam

EMPIRIS, BISNIS DENGAN MODAL DENGKUL
(Khusus Kawula Muda)

dwimulyo.desa.id | (02-10-2018) Oleh ; Wayan Supadno/Pak Tani

Gara – gara tadi pagi saya membuat artikel medsos ada pernyataan saya bahwa modal utama bisnis bukan dana besar melainkan kepercayaan terhadap karakter dan kapasitas diri, lalu saya dapat telpon dari 2 orang intinya mempertegas pernyataan saya tersebut dan ninta diberikan contoh nyata atas pengalaman saya sendiri, dari suaranya nampak jelas itu suara anak muda. Saya makin tertarik, ibarat mancing dapat juga ikannya.
Hehe..

Sama juga saat saya diminta memberi motivasi Mahasiswa Pasca Sarjana PTN ternama di Jabar dan Program S1 di Jatim, saya seperti menuai protes keras lalu dimintai contoh – contoh nyata, alhasil kuliah saya isi ramgkaian kisah bisnis saya yang nyaris tanpa modal.
Modalnya cuma dengkul.

Nampaknya mereka malah lebih tertarik empiris – empiris itu, karena saat saya tawarkan power point lanjutan justru kurang tertarik.

Berikut salah 1 empiris saya sendiri :

Sekitar tahun 1996, saat itu saya jadi Pelatih dan Guru Militer di RIindam l/BB Pematang Siantar Sumut, berpangkat Letda, saya lihat di Pematang Siantar begitu besar kebutuhan ikan emas untuk kegiatan adat dan harganyapun mahal, saat saya ke Danau Maninjau Sumbar saya melihat banyak kerambah ikan emas, harganya jauh lebih murah tapi tidak dipasarkan di Pemtang Siantar karena terlalu jauh sekitar 13 jam perjalanan, padahal kemasan ikan emas hidup, oksigennya beryahan maksimal 10 jam.

Saya buat rekayasa agar kemasan plastiknya lebih besar, oksigennya lebih banyak, populasi ikan dikurangi dari biasanya, start saat jam 18.00 cari waktu jalanan sepi, uji coba 1 truk lancar, akhirnya saya teruskan 2 truk/hari selama 3 tahun.

Hemm..
Saya bisa menabung lumayan cara halal, masyarakat terbantu harga lebih murah dan Petani dapat pasar lebih luas lagi, sayapun tanpa harus meninggalkan jam dinas, cukup dikendalikan pakai HP dan beberapa orang yang mengelolanya.

Modalnya….?
Saya sadar tak punya otak pintar dan modal banyak, maklum anggota TNI dari keluarga pas – pasan, saya yakinkah kepada Petani ikan di Danau Maninjau bahwa saya bisa bayar setelah 1 bulan barang diangkat, guna cegah resiko saya minta dana dulu ke pihak pedagang penampung di Pematang Siantar, setidaknya harus kontan saat bongkar barang.

Tanpa gagal …?
Pernah berkali – kali gagal,, 2 x yang ekstrim, saat hujan lebat jembatan putus dan saat ada lomg mars HUT TNI lalu macet total, pastilah lebih dari 15 jam, alamat ikan 2 truk mati total.
Rugi itu pasti.

Kapokkah ..?
Bukan kapok; malah makin tertamtang agar makin bisa mengantisipasi segala kemumgkinan resikonya untuk pengiriman berikutnya.
Hikmah masa lalu buat bekal masa depan.

Semoga bermanfaat..

Selamat melepas belenggu diri merasa belum punya modal usaha

Salam 🇮🇩
WS/Pak Tani

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan