Sarapan Pagi bersama Pak Tani

Wayan Supadmo Inovator Tani Indonesia

OPTIMALISASI CERUK PASAR KELAPA MUDA IJO WULUNG DAN KUNING GADING

Oleh : Wayan Supadno/Pak Tani

Sekitar tahun 1990 an saya pernah kerja di perusahaan farmasi PMA, di sanalah saya ditempa pentingnya kualitas dalam mentalitas dan kapasitas tentang dunia usaha, sedikit banyak mulai tahu juga tentang makna ceruk pasar, makna ceeuk pasar sesungguh pangsa pasarnya kecil tapi berkat inovasi bisa dimaksimalisasi jadi besar sekali, yang pada akhirnya omsetnya bisa memimpin pasar.

Tak ubahnya minumal mineral Aqua, awalnya Pak Tirto (Sang Pemilik Ide) ditertawakan banyak pihak, anggapannya publik jualan air putih lalu dianggap tidak bakal laku terserap pasar, lucunya lagi harganya lebih mahal dari pada minuman teh yang terkemas siap saji yang logikanya biaya produksinya lebih mahal, lebih lucunya lagi sekarang merk dagang turunannya sudah puluhan beredar berebut pangsa pasar air minum sebanyak mungkin, jadilah Pak Tirto namanya abadi sepanjang jaman, jutaan umat manusia menikmati ide karya nyatanya.

Begitu juga Kelapa Genjah Ijo Wulung, sesungguhnya varietas ini peninggalan Leluhur kita, walaupun hingga sekarang varietas tersebut belum terdaftar dan belum dilepas oleh Kementan sebagai Lembaga yang berwenang, tapi nyatanya di setiap penjaja kelapa muda di Jabodetabek bisa dipastikan paling laku keras dan hampir selalu kehabisan stoknya, sebabnya populasi kelapa genjah ijo wulung sangat – sangat sedikit.

Praktis daya suplai tidak seimbang dibanding permintaan pasarnya, dampak logisnya harga hampir selalu 2x lipatnya dibanding kelapa muda biasa. Terlepas marketable nya bisa dari anggapan mitos masyarakat bahwa kelapa ijo wulung bisa jadi obat berbagai macam penyakit, maupun mafaat lainnya.

Setahun lalu saya keliling desa di 2 kecamatan dapatlah indukannya sebanyak 28 pohon, saya kontrak untuk saya jadikan sunber benih, terkumpul sekitaran 5.000 butir, lalu saya bibitkan tapi ternyata itu pula paling laku keras..
Saat ini hampir habis, lebih banyak doborong oleh para pedagang bibit kelapa.

Logis saja jika di Reni WA 085655656210, bibit kelapa Genjah Ijo Wulung tersebut paling laku keras setelah bibit Kelapa Genjah Varietas Salak dan Varietas Entog, selain banyak diborong para pedagang mau dijual lagi, secara hitungan cash flow nya masuk akal.

Jika harga di Petani Rp 7.000/butir (harga di Pedagang Rp 14.000/butir), jika jarak tanam 7×7 meter sama sisi maka populasinya 220 pohon/ha, jika 1 tahun 15 tandan/pohon dan 20 butir saja/tandan setara omset Rp 400 jutaan/ha/tahun. Anggap aja Rp 300 jutaan/ha/tahun.
Hemm..
Berkat kekuatan Inovasi main di Ceruk Pasar.

*Padahal umur 30 bulan mulai produktif jika dapat perlakuan khusus yaitu sejak tanam mulai pasti hidup ( _nglilir_ ), di sekitar pangkal ditabur keliling pupuk kandang lalu siram larutan biang mikroba plus hormonal, lalu ditimbun lagi dengan tanah sekitarnya, akan luar biasa cepat besarnya dan produktifnya,, jika kena air hujan akan meneteskan pupuk secara otomatis, apalgi jika dapat asupan kelembaban air maupun hormonal auksin dan sitokinin alami dari bonggol pisang yang ditanam di sisinya, empiris saya pribadi (dalam video berikut), hasilnya luar biasa.*

Begitu juga kelapa genjah varietas Kuning Gading, Kuning Bali dan Kuning Nias, di berbagai negara luar sana lagi banyak permintaan, wajar sekali jika di Sri Langka dapat predikat ” Raja Kelapa ” sekian tahun lalu mengembangkan besar – besaran dengan dukungan penuh dari Pemerintahnya, termasuk Philipina, mulai ngetrend jadi minuman siap saji sruput ” welcome drink di hotel – hotel berbintang “.
Warna kulit kuning orange yang bagai ” Hot Lady ” begitu menggoda.
Hehe..

Semoga bermanfaat..

Salam šŸ‡®šŸ‡©
WS/Pak TanI
WA 081586580630

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan