KINI, MAKIN BANYAK PELAKU AGRIBISNIS, JUSTRU PARA WANITA CANTIK

Doc. By : Wayan Supadmo

KINI, MAKIN BANYAK PELAKU AGRIBISNIS JUTRU PARA WANITA CANTIK

Oleh : Wayan Supadmo/Pak Tani

dwimulyo.desa.id | 27 September 2018
Kalau di Jatim banyak kaum hawa pada sukses merebut posisi strtategis sebagai Kepala Daerah, beda lagi dengan pengalaman saya 2 hari lalu.

Saya dapat undangan dari para anak muda cantik – cantik yang kesemuanya 7 orang adalah mahasiswi Pasca Sarjana salah 1 PTN ternama di negeri ini, mereka tahu no wa saya dari artikel saya yang sempat diviralkan masyarakat.

Saya tidak menyangka sebelumnya maksud tujuan undangan tersebut, ternyata saya dikeroyok rame – rame persis situasi mempertahankan sebuah tesis atau disertasi, awalnya mereka mempertegas pertanyaan kebenarannya atas profesi saya sebagai seorang petani yang 9 tahun silam berawal dari titik nol karena pasca bangkrut rata tanah, hingga bertanya minta kejujuran saya sikon agribismis saya saat ini.

Dilanjut dengan berbagai pertanyaan mengawali agribisnis dan prospeknya paling tinggi, lalu saya jawab bahwa semua agribisnus di negeri kita ini sangat – sangat menjanjikan, sepanjang direncanakan dengan baik guna meminimal bahkan kalau bisa mengunci resikonya, tentu dijalankan dengan penuh kesungguhan.

Terlebih jika ada kajian analisa swotnya, yang tentunya mesti mengandung idealnya kompen utama minimal ; marketable, feasible, low risk dan syukur – syukur bankable guna mengantisipasi ekspansi bilamana ada pihak lain mempercayakan modalnya.

Mereka juga mempertanyakan hikmah empiris saya yang suka ekspansi di Kalimantan, memperdayakan lahan terlantar murah meriah sisa pembalakan liar, secara detail tahapan demi tahapan mulai pembebasan lahan land clearing blocking infrastruktur dstnya, termasuk anggran maupn waktu per ruas pekerjaan. Ini kata mereka yang paling menarik karena cepat balik modal (ROI).

Begitu juga hal estimasi cash flow per komoditas, jika mau bermain di lahan harusnya dibuat perbandingan estimasi cash flow antar komoditas dalam kajian analisa swotnya, saya senang saja sekalipun pertanyaannya teramat detail, bahkan aroma warna teoritisnya masih pekat, saya sangat paham dan memaklumi karena itulah mahasiswa idealis dalam keilmuannya, beda dengan saya yang kadang mengabaikan teori teknis demi strategi taktis.

Bahkan ada juga yang bertekat mau terjun pada on farm/lahan, mereka mengatakan bahwa era ke depan tak harus total di lahan berbuat langsung sendiri, yang panting mau dan mampu jadi komandan lapangan.

Namun demikian saya berkali – kali menyarankan agar mengambil peran sebagai pelaku agribisnis pada ekspor, karena jumlah prlaku ekspor kita sangat – sangat kurang, tinggal memastikan pembelinya di luar negeri, lalu bermitra dengan banyak petani, sebagai plasma produsennya.
Sekaligus membantu pemasaran hasil petani – petani kita.

Semoga kisah ini jadi inspirasi yang lain utamanya generasi muda, terlebih bagi kaum adam, akankah kalah dengan mereka ?

Semoga bermanfaat..

Salam 🇮🇩
WS/Pak Tani
WA 081586580630

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan