SATU SUDUT PANDANG HAL PROBLEMATIKA IMPOR SAPI

Wayan Supadmo dan Impor Sapi (Doc. WS)

 

Oleh ; Wayan Supadno/Pak Tan

dwimulyo. desa.id | 26-09-2018

Saya sangat sependapat bahwa sumber protein hewani bukan hanya dari sapi saja, bisa dari hewan lainnya seperti ayam dan ikan misalnya, tapi nyatanya jumlah impor daging dan sapi hidup setara dengan 800.000 ekor/tahun, indikator utama masyarakat suatu bangsa sudah cukup asupan daging dan susu terlihat dari makin tinggi besar postur anatomi tubuhnya.

Data dan fakta takkan mungkin bisa dipungkiri bahwa lidah dan logika masyarakat sudah begitu kuatnya tergantung kepada daging sapi, jika impor sapi distop sebagian saja langsung harga daging sapi melonjak tajam merusak nilai inflasi bahkan ada kecenderungan sapi betina produktif jadi target pemotongan, alamatnya kita tahu jika terus besar – besaran memotong pabriknya sapi jantan siap potong, yaitu sapi betina produktif, bisa punah.

Analisa dampak imbas kita impor sapi 800.000/ekor/tahun..

1. Kehilangan cadangan devisa setara dengan sekitar Rp 20 juta/ekor x Rp 800.000 = Rp 16 Trilyun.

2. Kehilangan kesenpatan kerja warga pedesaan jika kebutuhan hidupnya Rp 40 juta/KK/tahun, maka nilai impor sapi sesungguhnya bisa menghidupi Rp 16 T dibagi Rp 40 juta = 400.000 KK/Peternak Rakyat (lapangan kerja pedesaan hilang).

3. Kehilangan kesempatan sumber pupuk organik hayati sekitar 5 ton/ekor plus urine 4.000 liter/tahun x 800.000 ekor = 4 juta ton/tahun.
Hem, padahal buat subsidi pupuk kimia saja Rp 31 Trilyun/tahun.

4. Kehilangan kesempatan kerja terhadap produk turunannya sapi mulai dari sumber pakan, rumah potong hewan dllnya masih banyak lagi dampak imbasnya.

Lalu..
Analisa bagaimana agar jangka panjangnya ke depan tidak terus tergantung impor,

Jika mau stop impor sapi sama artinya harus punya indukan baru sebanyak nilai jumlah impor x 2.5 lipatnya, maksudnya 800.000 ekor impor x 2.5 = 2 juta sapi betina indukan produktif.

Menghitungnya sederhana..
2 juta ekor indukan tersebut jika beranak 80% nya saja, maka kita dapat anakan sapi 1,6 juta ekor/tahun, lalu jika 50% saja yang jantan yang boleh dipotong maka setara dengan junlah 800.000 ekor/tahun.

Alternatif solusinya..
Penegakan UU pelaranga memotong sapi betina produktif.
Penegakan aturan bahwa importir sapi wajib punya sapi pernakan pembibitan..
Penegakan aturan himbauan sawit dan kelapa integrasi dengan sapi..
Buat aturan baru agar CSR Perusahaan lebih fokus pada pemberdayaan masyarakat hal swasembada sapi misalnya..

*” Semoga ada Calon – calon Pemimpin Bangsa yang berani kontrak stop impor sapi 2 tahun lagi.

Semoga bermanfaat..

Salam 🇮🇩
WS/Peternak.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan