KIAT BERKEBUN MURAH MERIAH

Kebun Kelapa Sawit (doc.by : Wayan Supadmo)

 

KIAT BERKEBUN YANG MURAH MERIAH

Oleh : Wayan Supadno/Pak Tani

Sejak 4 hari lalu saya posting kiat tapak timbun saya kebanjiran pertanyaan dari sesama petani, intinya pada bertanya standar prosedur tetapnya (SOP), urutan langkah – langkahnya, hingga saya kuwalahan menjelaskannya.

Prisipnya ;

*JIKA KITA BERHARAP PUNYA NIKMATNYA PASSIVE INCOME JANGKA PANJANG DARI TANAMAN KERAS (KEBUN), MAKA BERIKAN SAJIKAN DULU PASSIVE INCOME HARA SUPER MEWAH (HUMUS / ASAM HUMAT) KUAT KEPADA TANAMAN SEDINI MUNGKIN*

Landasan berpikirnya ;

1. Masa kecil, orang tua saya dulu setiap membuat lubang sampah dapur selalu dengan cara menggali lubang keliling mengitari bonggol pohon remaja dengan radius sekitar 1 meter (ujung akar atau kanopi), saat lubang penuh lalu ditutup tanah dan pindah ke pohon lain lagi, dampaknya pohon tersebut pada tahun berikutnya luar biasa subur serta lebat buahnya. Akibat humus alami yang saat itu belum kenal mikroba.

2. Di kebun percobaan saya sendiri, saya mengamati dengan seksama tanaman sawit, durian, kelapa, jeruk dekopon dan chokun, alpukat dan klengkeng menggambarkan bahwa tanaman paling sehat dan produktif adalah bekas hutan mineral padat humus/asam humat dan lembab dekat air mengalir.

3. Saya telah mencari landasan teori bahwa yang menjadikan tanaman paling sehat produktif adalah lahan yang non endemis, kaya humus (kadar c organik tinggi), lembab, pH netral dan berkecukuoan air.

Berangkat dari ilmu dan hikmah empiris di atas, lalu saya cipta kondisi agar semua tanaman keras milik saya kaya humus (asam humat) dan lembab cukup air utamanya masa tumbuh.

Agar kaya humus/asam humat maka sejak ditanam jika sudah terlihat pasti hidup sejak awal, saya berikan pupuk organik diperkuat /diperkaya/dibiakkan biang – biang mikroba sekuat mungkin, lalu ditimbun tanah lagi, jika itu sawit karena skalanya luas cukup tetap dalam karung ditaruh pada pangkal batangnya, maka saat hujan akan slalu meneteskan pupuk humus asam humat secara perlahan ( _slow release_ ).

Agar hara makro pertumbuhan cukup maka saya biakkan strain mikroba penambat N seperti : Azospirilum, Azotobacter, Rhizobium, karena N sesungguhnya 78% adanya di udara bebas.

Agar hara makro P dan K cukup padahal dalam tanah banyak sekali deposit P & K belum larut maka butuh strain pelarut P & K, dan sekaligus dapat perlindungan dari ancaman penyakit maka saya biakkan lawannya mikroba penyakit/patogen tersebut seperti Bacillus, Pseudomonas dan Trichoderma.

Agar tetap lembab masa pertumbuhan dan dapat hormonal perangsang akar maupun tunas maka saya tanam pisang di sampingnya, pisang stabilitas kelembaban sekaligus penyimpan air, pisang produsen auksin dan sitokinin yang sangat penting guna proses tumbuh kembang awal. Saat pisang mulai mengganggu daun atau batangnya dipotong.

_*Proses pemupukan sederhana tapi dampaknya sangat dahsyat tersebut, saya lakukan hanya paling cepat 1 tahun sekali dan diulangi lagi pada menjelang hujan seperti ini*_

Selamat mencoba dan merasakan nikmatnya berinovasi membumi..

Semoga bermanfaat..

Salam Inovasi 🇮🇩
WS/Pak Tani

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan