BERMIMPIKAH PERPUSTAKAAN KAMPUNG MENJADI KAMPUNG PERPUSTAKAAN?

Masyarakat yang Antusias Membentuk Kampung Perpustakaan

Dwimulyo. Sabtu, 10 Maret 2018. Melihat animo masyarakat yang baik terhadap perpustakaan, khususnya Perpustakaan Anugrah Kampung Dwimulyo, sudah sangat selayaknya Kampung melalui anggaran Dana Desanya menganggarkan sebagiain dana untuk mengembangkan Perpustakaan ini menjadi lebih luas, dan lebih terasa manfaatnya bagi masyarakat.

Melalui Perpustakaan ini Kampung Dwimulyo dikenal lebih luas untuk Tulang Bawang, karena melalui Perpustakaan ini pada tahun sebelumnya selama dua tahun dapat menjuarai baik ditingkat Provinsi maupun ditingkat kabupaten Tulang Bawang.

Jika pergerakan Perpustakaan Anugrah kampung Dwimulyo ini dapat bersinergi dengan Kampung dalam hal ini Pemerintah Kampung Dwimulyo, maka untuk mewujudkan Kampung Perpustakaan bisa direalisasikan.

Bagaimanakah yang dimaksud dengan Kampung perpustakaan itu? sekilas dapat digambarkan sebagai berikut :

  1. Jika hampir semua rumah warga Kampung Dwimulyo memiliki Perpustakaan.
  2. Jika masyarakat Kampung dwimulyo dapat membiasakan membaca, atau membaca sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. setidak-tidaknya tiada hari tanpa membaca.
  3. Jika masyarakat sudah memahami dan mendapatkan manfaat dari kegiatannya dalam membaca.

 

Buku-Buku siap Dibaca oleh Masyarakat, dalam rangka menciptakan kebiasaan Membaca

Pemerintah Kampung Dwimulyo melalui proposal ke semua organisasi, atau lembaga agar mengusulkan permohonan bantuan buku secara gratis, dan ini dilakukan secara terus-menerus, sampai semua masyarakat dapat menikmati buku-buku yang ada. Selain itu melalui dana desa diharapkan dapat menambah sarana dan prasarana maupun bahan pustaka yang sifatnya diperlukan betul tetapi tidak ada dari program donatur bahan pustaka.

 

Program Buku Bergulir dan program-program lainnya yang dapat diterapkan dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat sangat perlu digalakkan. Ini dibutuhkan tenaga-tenaga yang terampil, ulet, dan penuh tanggung jawab.

 

Dipelopori oleh Aparatur Kampung Dwimulyo seyogyanya, dapat menjadi teladan bagi masyarakatnya untuk dapat selalu bergerak dan terus bergerak sampai masyarakat betul-betul memiliki kesadaran sepenuhnya untuk dapat membiasakan membaca.

Thropy atau piala yang dapat memberikan Semangat kepada Masyarakat untuk Menjadikan Kampung Dwimulyo sebagai Kampung Perpustakaan

Kampung perpustakaan ini semestinya juga harus mendapat perhatian khusu dari Pemerintah setempat baik dari jenjang kabupaten maupun provinsi, karena disamping unik, juga merupakan yang pertama di Lampung dan mungkin di Indonesia. Hal ini perlu duduk bersama antara yang berkepentingan untuk menyusun konsep kampung perpustakaan ini secara matang dan terukur.

 

Mimpi ini memang sedikit “gila” tetapi sesungguhnya hal yang sangat patut diperjuangkan karena sangat istimewa. Masyarakat akan semakin cerdas, masyarakat akan semakin santun, masyarakat akan semakin sejahtera, karena masyarakatnya menjadi masyarakat pembelajar. Belajar sampai akhir hayat.

Dimanakah letak kesulitannya, ketika Aparatur Kampung Dwimulyo, pola pikirnya belum sinergi dengan penggagas Kampung Perpustakaan maka akan terlalu sulit untuk dapat terwujud.

Buku-Buku Tidak Khusus Buku Anak-anak, tetapi Tersedia untuk semua Umur, untuk Masyarakat yang menuju Kampung Perpustakaan

Selangkah lagi, mimpi ini dapat terwujud. Tetapi butuh perencanaan yang matang. Mengapa? karena ini adalah proyek akhirat jangka panjang. Yang tidak akan terlihat manfaatnya dalam waktu dekat. Yang tidak akan menyejahterakan masyarakat dalam waktu dekat. Tetapi ketika masyarakat sudah jadi, maka dapat dipastikan kalau masyakatnya akan secara mandiri menggali ilmu-ilmu untuk menyejahterakan keluarganya masing-masing.

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan