KHUTBAH JUM AT III

Saudaraku kaum muslimin yang berbahagia,

Marilah kita senantiasa berusaha untuk meningkatkan rasa taqwa kepada Allah SWT dengan melaksanakan segala perintahnya dan meninggalkan segala larangan-Nya, agar kita mendapatkan kebahagiaan hakiki, lahir batin baik di dunia maupun di akhirat serta mendapatkan ridho Allah SWT.

 

Dan tak lupa pula marilah kita selalu bersyukur kepada Allah atas segala rahmat, nikmat, ma’unah, taufik dan hidayah-Nya. Yang telah diberikan kepada kita terutama nikmat iman, Islam, dan kesehatan. Baik kesehatan jasmaniah maupun kesehatan rohaniyah sehingga sampai detik ini masih dapat melaksanakan perintah Allah, berupa shalat Jumat dengan tiada suatu halangan apapun.

 

Saudaraku seiman yang semoga selalu dilimpahkan keberkahan,

Marilah kita senantiasa berbaik sangka dengan apa yang terjadi dengan diri kita, marilah kita renungkan dengan apa yang terjadi dengan diri kita :

 

Boleh jadi keterlambatan kita dari suatu perjalanan adalah keselamatan kita,

Boleh jadi tertundanya pernikahan itu adalah suatu keberkahan,

Boleh jadi dipecatnya kita dari pekerjaan adalah suatu maslahat,

Boleh jadi sampai saat ini kita belum dikarunia momongan, itu adalah adalah kebaikan dalam hidup kita,

Boleh jadi apa yang kita benci tetapi ternyata itu baik untuk kita, karena sesungguhnya Allah maha mengetahui sedangkan kita tidak mengetahui,

Sebab itu janganlah kita merasa gundah terhadap segala sesuatu yang terjadi pada kita, karena semuanya sudah atas izin Allah,

Jangan banyak mengeluh karena akan menambah kegelisahan

 

Perbanyaklah bersyukur , Alkhamdulillah itu yang akan mendatangkan kebahagiaan, terus ucapkan alkhamdulillah, alkhamdulillah, alkhamdulillah sampai kita tak mampu lagi mengucapkan.

 

Selama kita masih masih bisa tidur tanpa obat tidur,  kita masih bisa bangun tidur hanya dengan satu bunyi suara, kita terbangun tanpa melihat alat-alat medis yang menempel ditubuh kita, itu pertanda bahwa kita masih hidup sejahtera.

 

Alkhamdulillah, alkhamdulillah, alkhamdulillah ucapkan sampai kita tak mampu lagi mengucapkan.

 

Saudaraku yang dalam keberkahan,

Jangan selalu melihat kebelakang karena disana ada masa lalu yang menghantui kita, Jangan selalu melihat masa depan karena ada masa depan yang bisa membuat kita selalu gelisah, namun marilah kita melihat keatas karena disana ada Allah yang membuat kita bahagia.

 

Tidak harus banyak teman agar kita menjadi populer,  singa sang raja hutan lebih sering berjalan sendiri, tetapi kawanan domba selalu bergerombol, namun perhatikan kita akan terkejut kalau ternyata semua jari-jari akan susah berfungsi tanpa adanya jempol yang posisinya selalu menyendiri, yang jauh dari jari-jari yang lainya. Karena itu yang diperhitungkan sebenarnya bukan masalah jumlah teman yang ada disekeliling kita, akan tetapi banyaknya cinta dan manfaat yang ada disekitarkita, sekalipun kita jauh dari mereka.

 

Menyibukan diri dalam pekerjaan akan menyelamatkan diri kita dari tiga masalah, yaitu kebosanan, kehinaan, dan kemiskinan, teman itu seperti anak tangga boleh jadi ia membawa kita ke atas dan  bisa juga sebaliknya akan membawa kita ke bawah, maka hati-hatilah anak tangga mana yang sedang kita lalui, hidup ini akan terus berlanjut baik kita tertawa ataupun menangis, oleh karena itu jangan jadikan hidup kita  penuh dengan kesedihan yang tidak ada manfaat sama sekali.

Marilah kita berlapang dada, marilah kita saling memaafkan,  dan marilah kita menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, karena Anda, saya, dia, mereka, dan kita akan kembali semua kepada-Nya.

 

Saudaraku kaum muslimin yang berbahagia,

Inti dari khutbah diatas adalah renungan tentang sikap kita terhadap apa yang menimpa kita dan bagaimana kita tetap selalu dalam keadaan syukur. Sebagaimana  termaktup dalam kitab Zubad dinyatakan :

 

Artinya “Hendahlah engkau bersyukur atas nikmat yang datang, dan bersabarlah atas bencana yang menimpa”

 

Allah SWT berfirman :

 

Artinya :

“Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berilah berita gembira kepada orang –orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan “Innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)”

 

 

Saudara –saudara Jamaah Jum at yang berbahagia,

Demikian pula tentang syukur, Allah berkenan menambahi kenikmatan-kenikmatan kepada siapapun yang mau bersyukur kepada-Nya.

 

Allah berfirman :

 

Artinya : Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya aku tambahkan (nikmat) kepadamu”

 

 

Maka marilah kita ucapkan alkhamdulillah, alkhamdulillah, alkhamdulillah, sampai kita tak mampu lagi mengucapkannya

 

Subhanallah wa bihamdihi, subhanallahal adzim.

 

 

 

 

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan