SENI KUDA LUMPING TURONGGO MULYO

WAYANG SENI KUDA LUMPING KAMPUNG DWIMULYO

Dwimulyo, 01 Maret 2018 I Seni Kuda Lumping Kampung Dwimulyo Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung. Kesenian ini berdiri semenjak Kampung ini berdiri, justru jika ditilik kebelakang cikal bakal kesenian ini semenjak masih belum Kampung Dwimulyo dimekarkan dari Kampung Sidomulyo.

Kampung Dwimulyo dimekarkan pada tahun 2009. Seni ini sudah berdiri, namun pemberian nama Seni Kuda Lumping Turonggo Mulyo dengan pembentukan kepengurusan dimulai sejak tahun 2009, waktu itu diketuai oleh Bapak Jimun (Almarhum) dengan beranggotakan dua pulu lima orang.

 

Perkembangan selanjutnya cukup bagus dengan penambahan berbagai aksesoris dan gamelan, semakin bisa mengimbangi group-group seni kuda lumping diseputaran Kecamatan Penawartama. Semakin sering tampil, baik didalam kampung maupun diluar kampung, bahkan diluar kecamatan. Seni kuda lumping ini sebenarnya sangat patut dikembangkan mengingat ini adalah wadah bagi orang-orang yang bisa dan memiliki kemampuan serta kemaauan untuk melestarikan budaya tradisional. Namun hambatan terbesarnya adalah pembiayaan dalam meningkatkan seni itu sendiri.

 

Seni ini memang tidak cukup dengan biaya yang sedikit mengingat hampir semua perlatanya dan perlengkapannya tidak bisa dibuat secara mandiri oleh warga Kampung Dwimulyo. Sehingga perlu dianggarkan melaui Dana Desa. Tahun 2015 dan Tahun 2017 dapat anggaran dari Dana Desa, dan dapat dipergunakan untuk mengembangkan seni ini lebih baik lagi.

 

Tahun ini semestinya dapat anggaran yang lebih besar lagi dari Dana desa, sebagai langkah dalam mengangkat seni tradisional kedalam dunia modern. Seni Kuda lumping semetinya diwacanakan perkembangannya kearah seni modern dan ada khas tradisional Lampungnya. Misalnya adalah dengan tidak hanya kuda lumping saja, tetapi ada wayang atau gambar gajahnya juga, atau istilahnya mungkin bisa disebut dengan Gajah Lumping. Dengan gamelan kolaborasi dari seni tradsional kuda lumping dengan bedana atau yang lain.

 

 

 

Facebook Comments

2 Comments

Tinggalkan Balasan