KHUTBAH KITA (I) KADO UNTUK TERINDAH ORANG-ORANG BERDOSA

Mukadimah  Khutbah Jumat

Hadirin Jamaah Jumah Rakhimakumullah

Dalam hidup ini, ada orang-orang yang merasa berputus asa dari mengharap dan ampunan Allah SWT, karena dirinya sudah merasa bergelimang dosa. Tak jarang karena putus asa itu, seseorang lebih memilih untuk terus menenggelamkan dirinya dalam berbagai perbuatan dosa, karena menurutnya bertaubatpun percuma. Allah tak melimpahkan ampunan, kepada dirinya yang memiliki dosa setinggi gunung dan sedalam lautan.

Hadirin Jamaah jumah yang berbahagia,  manusia hendaknya tidak berfikir senaif itu. Orang yang dalam dirinya masih bersemayam iman kepada Allah, harus senantiasa bersikap optimis untuk mengharap ampunannya.

Allah telah berfirman dalam Surah Az-Zumar ayat 53.

Katakanlah : Hai hamba-hambaku yang melampoui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Mahapengampun dan Mahapenyayang”

Jamaah Jumah yang senantiasa dalam lindungan Allah.

Khutbah kali ini akan memberikan kado terindah untuk menghapus dosa-dosanya. Khutbah kali ini meniupkan harapan bagi orang-orang berdosa yang hampir putus asa.

Syaratnya hanya satu yaitu TAUBATAN NASUHA, Tidak akan dijelaskan pada khutbah kali ini tentang taubatan nasuha, tetapi bagaimana cara kita dalam menyikapi dosa.

  1. Tidak menganggap remeh meskipun itu dosa kecil. 

Dosa itu ibarat noda dibaju putih, ketika noda itu kita percikan secara terus menerus, maka baju putihpun lama-kelamaan tidak akan nampak putih lagi. Dengan ungkapan yang indah Rosululloh bersabda, yang artinya:

  • Jauhilah oleh kalian orang-orang (perempuan) yang menganggap remeh dosa-dosa, karena perumpamaan orang yang meremehkan dosa adalah seperti kaum yang berada di daerah lembah, maka seorang dari mereka membawa kayu bakar dan yang lainnya pun membawa kayu bakar, sampai roti yang dijadikan makanan mereka menjadi masak. Sesungguhnya orang-orang yang menganggap remeh dosa-dosa, maka ketika diambil nyawanya pasti mereka akan binasa (HR. Ad. dalimi)
  1. Tidak Menyiar-nyiarkan dosa yang terlanjur dilakukan kepada orang lain, meskipun dosa itu terjadi dimasa lalu

Allah membenci orang-orang yang bangga menyebarkan dosa-dosanya dimasa lalu. Firman Allah Surah An-Nur Ayat 19.

Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar beritanya perbuatannya yang amat keji tersiar dikalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat, dan Allah mengetahui sedang  kamu tidak mengetahui.

  1. Tidak menunda-nunda taubat atas dosa

Kematian adalah misteri yang tidak akan pernah terkuak oleh siapapun. Maut tak pernah jauh. Maut tak memandang  usia, agama, kekayaan, dan jabatan, serta jenis kelamin. Maut juga tidak memilih siapa yang hendak dijemput.

oleh karena itu islam mengajarkan kepada kita untuk tidak menunda taubat.

  1. Tidak meneruskan perbuatan dosa.
  2. Tidak berputus asa karena dosa.

Terakhir saya sampaikan kisah, orang-orang yang meraaih khusnul khotimah karena taubat.

Bersambung….

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan